Cari otak pembunuhan anak Punk, Polresta Manado gelar prarekonstruksi
Merdeka.com - Penyidik Polresta Manado masih mendalami kasus pembunuhan anak Punk bernama Denny Sumarauw (28) di depan ruko warung Warfas Fahsion Serba Rp 4.9000, Minggu (19/11). Pemuda asal Desa Onggunai, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow tersebut ditemukan dengan luka tusukan. Senin (20/11) sore, penyidik menggelar prarekonstruksi di TKP.
Dalam prarekonstruksi tersebut, terungkap peristiwa berdarah bermula dari samping Indomaret Point, tepatnya di Tv miring. Di mana korban dan rekan-rekannya terlibat perselisihan dengan sekuriti kawasan Megamas.
Salah seorang sekuriti menuturkan, bahwa dia pertama kali dipukul oleh anak-anak Punk hingga menelepon rekan-rekannya. Tiba di lokasi kejadian, rekan-rekannya memukuli beberapa anak Punk sampai lari menuju arah lapangan Megamas.
Kejar-kejaran pun terjadi, sambil saling lempar batu sampai mendekati lokasi kejadian di samping toko Kakarlak. Di situ kurang lebih lima sekuriti mengeroyok korban, sampai korban terjatuh. Namun dari peragaan itu, belum ada yang memperagakan penikaman.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Wibowo Sitepu saat dikonfirmasi mengatakan, penyidik masih kesulitan untuk menetapkan siapa pelaku utama pembunuhan tersebut. Untuk itu digelar prarekonstruksi di lokasi kejadian.
"Prarekon ini dilakukan untuk mengetahui peran orang-orang yang berada di lokasi kejadian. Intinya untuk membuat terang kasus tersebut," ujarnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Bolomong itu juga mengatakan hingga saat ini belum ada para terperiksa yang mengakui peran mereka. Itu yang membuat pihaknya belum menentukan siapa yang menjadi tersangka penikaman.
"Mereka semua (sekuriti) masih berstatus saksi, kita tunggu perkembangan hasil penyidikan," tandas Sitepu, sembari menambahkan untuk hasil autopsi sementara korban mengalami luka tikam di bagian dada kiri, luka robek di dagu, serta bekas sepatu di wajah korban. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya