Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara petugas PMI tenangkan keluarga korban kecelakaan Lion Air

Cara petugas PMI tenangkan keluarga korban kecelakaan Lion Air Pemakaman Jannatun Cintya Dewi. ©REUTERS/Sigit Pamungkas

Merdeka.com - Menangis saja, itu akan membuat kamu lega. Kiranya ucapan itu yang kerap ditujukan petugas pendamping keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP tujuan Jakarta-Pangkal Pinang.

Itu pula yang diucapkan oleh Mala Sari, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) langsung berjaga di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, saat adanya konfirmasi pesawat berlambang kepala singa itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi.

"Kebanyakan dari mereka itu reaksinya menangis, itu pasti. Di sini kita memiliki peran bagaimana menguatkan keluarga di situasi abnormal seperti ini. Dengan cara apa? Banyak, bahkan dengan kita kasih minum mereka saja, kasih mereka makan, itu sedikitnya membantu beban mereka dari reaksi atas kejadian yang tidak normal seperti sekarang ini," kata Mala ditemui di posko antemortem RS Polri.

Tidak ada yang pernah membayangkan kehilangan seseorang dengan kejadian nahas seperti ini. Jatuh dari ketinggian ribuan kaki. Berat, bahkan bisa menghasilkan trauma. Tapi, kata Mala, hal itu secara bertahap bisa diatasi. Mungkin tidak dalam waktu cepat. Dan itu dilakukan oleh ahli pada bidangnya, seperti psikolog.

Sebagai pendamping, Mala tidak memiliki tanggung jawab terhadap reaksi para keluarga penumpang Lion Air bernomor penerbangan JT610 itu. Namun, ia bisa menjadi bantalan para keluarga mencurahkan emosinya, menjadi teman sekaligus 'asisten' selama penantian segala informasi terbaru dari polisi.

Bahkan, tidak hanya PMI, menurut Mala, antar keluarga korban juga menguatkan satu sama lain. Dengan membentuk kelompok, mereka dengan bebas bercerita.

Beragam cara untuk melipur lara juga tidak melulu berkumpul menjadi kelompok 'survival' dari rasa kelabu. Adapula yang menyendiri, melepas kesedihan mereka dengan caranya sendiri. Semua tergantung individu merespon satu peristiwa.

"Kita kumpulkan keluarga korban untuk kita ajak sharing, berbagi apa yang dirasakan, dan biasanya itu kita saling mendukung. Masing-masing orang itu berbeda masalahnya, berbeda tekanannya, berbeda reaksi yang muncul dalam kecemasannya," tukasnya.

Hingga saat ini, tim forensik RS Polri masih melakukan proses identifikasi terhadap jenazah penumpang pesawat Lion Air JT 610. Sejak proses identifikasi yang dimulai pada hari Selasa hingga Jumat, rumah sakit telah menerima total 65 kantong jenazah.

Kamis, tim forensik telah berhasil mengidentifikasi satu jenazah atas nama Jannatun Cintya Dewi. Butuh waktu untuk bisa mengidentifikasi seluruh penumpang, termasuk kru kabin dengan total keseluruhan 189 orang.

Seiring berjalannya waktu, para keluarga mampu mengatasi emosi mereka dengan rasa ikhlas.

"Keluarga ikhlas apa yang menimpa keluarga mereka," kata Mala.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP