Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara pelaku ledakkan bom di tiga gereja Surabaya

Cara pelaku ledakkan bom di tiga gereja Surabaya Bom Surabaya. ©2018 REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Terjadi ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Katholik Santa Maria, GKI Diponegoro, dan terakhir di Gereja Pantekosta. Ledakan terjadi pada Minggu pagi pukul 07.00 WIB, dan terjadi secara berentetan meskipun jeda ledakan tersebut berjauhan.

Pasca ledakan, ternyata masih ada sisa bom yang masih aktif. Tim Gegana Polda Jawa Timur langsung menjinakkan sisa bom yang berada di Gereja pantekosta Pusat Surabaya (GPPS). Saat ini, sudah ada 2 bom yang berhasil dijinakkan dan diledakkan di kendaraan jihandak (Penjinak Bahan Peledak). Banyak orang meninggal dan puluhan orang mengalami luka-luka.

Berikut beberapa cara teroris saat meledakkan bom di tiga gereja di Surabaya:

Pelaku membawa ransel dan naik motor

ransel dan naik motor rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dalam rekaman CCTV yang terletak di dekat Gereja Santa Maria, terlihat dua orang sedang berboncengan menaiki sepeda motor sambil menggendong tas ransel. Dua orang itu memasuki halaman gereja dan bom langsung meledak.

Akibatnya dua orang tersebut tewas. Salah satunya diduga sebagai pelaku bom bunuh diri dan satu orang lagi adalah jemaat yang meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Seorang Ibu bawa dua anaknya meledakkan diri

bawa dua anaknya meledakkan diri rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Seorang saksi mata mengaku melihat seorang ibu dan dua anaknya memaksa masuk ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro.

Saksi bernama Tardianto saat itu bermaksud menemui salah satu anggota keluarganya. Saat tiba di lokasi, dia melihat seorang bercadar tampak berjalan kaki memasuki area parkir GKI. Wanita bercadar itu menggandeng anaknya yang mengenakan jaket hitam dan pakaian warna gelap.

Tak lama kemudian, Tardianto mendengar satu ledakan keras dan terlihat seorang wanita yang masih anak-anak sudah tergeletak.

Pelaku gunakan mobil untuk lakukan bom bunuh diri

mobil untuk lakukan bom bunuh diri rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) diduga berasal dari bom mobil. "Di GPPS Arjuno itu pakai mobil (bom)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Polisi terus mengusut kasus ledakan bom ini. Ledakan di Gereja Pantekosta terjadi pukul 07.53 WIB, setelah ledakan di Gereja Katholik Santa Maria pada pukul 06.30 WIB.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP