Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Gereja Katolik di Semarang Antisipasi Virus Corona

Cara Gereja Katolik di Semarang Antisipasi Virus Corona Gereja Paroki Santo Joseph. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Uskup Agung Semarang, Monsinyur Robertus Rubiyatmoko, mengeluarkan surat edaran sebagai bentuk kewaspadaan terhadap virus Corona. Saat pelaksanaan ibadah Ekaristi, misalnya, jemaat disarankan melakukan sejumlah hal praktis tidak jabat tangan dan minyak suci ditiadakan.

"Air suci di pintu-pintu gereja untuk sementara waktu kita kosongkan. Pada saat penerimaan komuni suci diterima pada tangan saja. Diharapkan bagi pembagi komuni, saat memberikan komuni bisa mencuci tangannya," kata Romo Gereja Paroki Santa Theresia Bongsari, Romo Eduardus Didik Cahyono, Minggu (8/3).

Kunjungi juga alkitab online di Merdeka.com.

Selain itu, saat sesi salam damai dapat dilakukan dengan sederhana. "Umat tidak perlu berjabat tangan saat salam damai, namun cukup saling menganggukkan kepala dan membungkukkan badan," terangnya.

Sebelumnya, Uskup Agung Semarang, Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mengimbau kepada semua umat Katolik meminta kepada umatnya untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh masing-masing.

"Cukup mengonsumsi asupan makanan yang cukup dan sehat. Olahraga teratur. Dibarengi suasana hati yang gembira penuh kepercayaan kepada Tuhan yang senantiasa menjaga dan melindungi umatNya," kata uskup Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, uskup juga mengajak umatnya untuk melakukan hal-hal yang praktis untuk mencegah penularan dan penyebaran virus tersebut.

"Jika umat sedang sakit flu, batuk, pilek dan sakit tenggorokan diimbau untuk memakai masker saat mengikuti misa," ungkap Robertus Rubiyatmoko.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP