Butuh langkah konkret agar melawan hoaks tak sebatas slogan
Merdeka.com - Beredarnya berita hoaks di tahun politik serta jelang Pilpres 2019 semakin kencang. Masyarakat dibuat bingung, hingga tak bisa membedakan mana berita fakta dan hoaks.
Namun, Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Dr Arie Sujito mengatakan sudah saatnya masyarakat diberikan kesadaran agar tidak menelan mentah-mentah berita hoaks.
Jangan sampai, kata dia memanipulasi identitas sehingga politik harus memiliki pesan moral. Arie mencontohkan salah satu caranya yaitu tidak hanya membongkar pelaku penyebar hoaks tetapi melawan tidak hanya dengan slogan.
"Hoaks perlu jadi bagian penting menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum karena dapat menurunkan kualitas demokrasi," kata Arie saat diskusi Digital Culture Syndicate dengan tema 'Menguak aktor-aktor politik hoaks di tahun politik' di Bakoel Coffe, Rabu (14/3).
Kemudian, menurut pengamat politik J Kristiadi menjelaskan untuk melawan hoaks yaitu dengan cara memperkuat masyarakat sipil. Menurut dia, memperkuat civil society bisa mematikan virus hoaks.
"Bagi saya hoaks adalah virus mematikan yang tak hanya membunuh manusia tapi juga membunuh nilai-nilai kemanusiaan. Hoaks bisa menyebarkan kebencian," ungkap Kristiadi.
Bila tidak ditangani kata Kristiadi pola pikir masyarakat akan berubah. Sehingga semua pihak harus mencegah dengan mengubah pola pikir.
"Pendangkalan pola pikir masyarakat akan terjadi sehingga semua pihak harus segera mengambil langkah untuk mencegah hal ini," jelas Kristiadi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya