Bus Mira vs Innova di Nganjuk, Bau Alkohol Tercium di Lokasi Kecelakaan

Selasa, 10 September 2019 13:52 Reporter : Erwin Yohanes
Bus Mira vs Innova di Nganjuk, Bau Alkohol Tercium di Lokasi Kecelakaan Kecelakaan Nganjuk-Madiun. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi menemukan fakta baru terkait kecelakaan maut antara Toyota Innova vs Bus Mira di Jalan Raya Surabaya-Nganjuk, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Senin (9/9) lalu. Tiga orang tewas dalam insiden kecelakaan ini.

Para korban, diduga mengkonsumsi minuman beralkohol sebelum kecelakaan terjadi. Kanit Laka Sat Lantas Polres Nganjuk, Ipda Gino mengatakan, fakta tersebut didapat dari para korban yang sempat tercium bau alkohol.

"Jadi memang tercium bau alkohol," katanya, Selasa (10/9).

Namun, saat disinggung apakah para korban itu juga mengkonsumsi narkoba, ia menyatakan hal itu harus berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh dokter. "Ya harus nunggu hasil dari dokter dulu," tegasnya.

Sementara, Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanya Wiranta mengatakan, dari hasil tes apakah korban setelah pulang dugem atau tidak masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, untuk memastikan kondisi korban sebelum kejadian, pihaknya sudah melakukan tes urin pada korban yang selamat.

"Yang sebelum kejadian nahas itu melakukan dugem atau tidak masih kami selidiki lebih lanjut. Korban selamat sudah dites urin," jelas AKBP Dewa.

Dia pun mengakui jika korban selamat juga buron Polres Ponorogo dalam kasus pengedar pil double L. Saat ini, korban selamat sudah dibawa oleh Sat Narkoba Polres Ponorogo.

Sebelumnya, Senin (9/9) kemarin, mobil jenis Toyota Innova bernopol AE 567 SC yang dikemudikan oleh Panji Wisnu Kusuma (21) (meninggal), warga Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo terlibat kecelakaan.

Pria kelahiran Nabire, Papua itu diketahui membawa 3 orang penumpang, di antaranya, Rizki Viko Abdilah (meninggal), Amalia Hestin Nugraheni (meninggal), dan Tohir Rohjana (selamat).

Kendaraan tersebut berjalan dari arah barat atau Madiun menuju timur atau Surabaya. Diduga, sopir membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Saat di lokasi, sopir tiba-tiga saja oleng berpindah lajur ke kanan tanpa memperhatikan situasi arus lalu lintas.

"Jadi memang sopir berkecepatan tinggi. Tiba-tiba pindah jalur begitu saja," beber AKBP Dewa.

Nahasnya, dari arah sebaliknya ada Bus Mira dikemudikan Tri Surmayanto (53). "Mobil langsung menabrak bus yang dikendalikan warga Kabupaten Magelang," terangnya.

Akibatnya, kata dia, tiga orang meninggal dunia. Dua orang meninggal dunia di lokasi. Satu Lainnya meninggal dunia di rumah sakit.

"Satu penumpang lainnya mengalami luka berat. Sopir bus mengalami luka ringan," jelasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini