Bupati Purbalingga salam metal di KPK, PDIP sebut tak ada yang salah
Merdeka.com - Bupati Purbalingga, Tasdi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua hari lalu resmi ditetapkan sebagai tersangka. Tasdi diduga menerima suap sebesar Rp 100 juta dari kontraktor penggarap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center.
Tasdi disorot bukan hanya karena kasus suap yang membelitnya, tapi sikapnya yang mengacungkan salam metal setelah terkena OTT KPK. Salam metal kembali dipertunjukkan setelah ia keluar ruang pemeriksaan penyidik KPK dan bersiap dibawa ke rutan KPK pada Selasa (5/6) kemarin.
Menanggapi sikap kadernya ini, PDIP tak merasa dirugikan. Menurut Ketua DPP PDIP, Trimedya Panjaitan, sikap salam metal itu merupakan sikap pribadi yang bersangkutan.
"Apa salahnya. Kita enggak dirugikan. Dia menyampaikan itu kan sikap pribadi dia," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6).
Trimedya mengatakan, Tasdi adalah kader lama PDIP yang memulai karier politiknya dari bawah. Dengan kasus yang membelit kadernya, PDIP tak merasa dirugikan karena proses hukum sedang berjalan.
"Proses hukum kan akan berjalan. Tapi dia menyampaikan tanda metal itu, kita enggak merasa rugi dan enggak ada yang salah sama itu," ujarnya.
Seperti diketahui, Salam jari metal itu identik dengan nomor urut tiga PDIP di Pemilu 2019.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya