Bupati Karanganyar Janji Dampingi Eks Penjual Daging Anjing Beralih Profesi

Kamis, 11 Juli 2019 04:05 Reporter : Arie Sunaryo
Bupati Karanganyar Janji Dampingi Eks Penjual Daging Anjing Beralih Profesi Warung penjual daging anjing di Karanganyar. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Bupati Karanganyar, Juliyatmono berjanji terus mendampingi eks penjual daging anjing untuk beralih profesi hingga sukses. Dia mengklaim, dari 37 penjual olahan daging anjing, saat ini sudah ada beberapa yang beralih profesi dan menunjukkan perkembangan baik.

"Kita terus cek ricek, pantau, kita dekati dan mereka sudah beralih profesi. Memang perlu perjuangan, perlu kesadaran. Tadi sore, ada tiga yang konsultasi, katanya sudah jalan, memang perlu dibimbing. Makanya saya terus lakukan pendampingan sampai survive usahanya," ujar Juliyatmono, Rabu (10/7).

Menurut dia, kebutuhan hidup para mantan penjual daging anjing yang beralih profesi tersebut perlu penyesuaian. Terlebih proses larangan berjualan hingga pergantian profesi cukup singkat. Dia mencontohkan, beberapa diantaranya ada yang mempunyai pinjaman di bank saat membuka usaha yang lama. Sehingga harus dicarikan solusi agar bisa membayar angsuran.

"Karena hasil dari usaha baru juga belum seperti yang diharapkan. Tapi minimal mereka sudah beralih profesi dan sanggup untuk melakukan itu dan sudah berjalan. Maka saya dampingi supaya mereka sukses," tandasnya.

Juliyatmono mengakui, dari 37 penjual olahan daging anjing ada 9 orang yang belum bersedia beralih profesi. Namun mereka mulai berpikir untuk beralih profesi seperti pedagang lainnya. Jika mereka bersedia beralih profesi, bupati berjanji untuk terus mendampingi. Namun jika tetap tidak mau, dia berharap mereka tidak berjualan di wilayah Karanganyar. Sebab, Pemkab akan memberikan sanksi tegas kepada penjual yang membandel.

"Sanksi pasti ada. Kalau sudah lama kita dampingi, kita juga atur regulasinya, supaya punya landasan hukum. Minimal diawali dari peraturan bupati, nanti juga akan kita susun rancangan perbup. Dan perdanya kita siapkan supaya tidak hanya anjing. Tapi binatang ternak yang lain, sambil menjaga agar mulai konsen kita melindungi masyarakat, menyayangi dan terjaga kesehatannya. Nggak boleh liar apapun itu," tutupnya.

Pemkab Karanganyar menutup 37 warung olahan daging anjing sejak Jumat (28/6) lalu. Penutupan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya berbagai penyakit yang diakibatkan oleh daging anjing, maupun bahaya penyakit rabies yang ditularkan.

Selain melakukan pendampingan, Pemkab juga memberikan uang ganti sebesar Rp5 juta kepada masing-masing pedagang. Uang diharapkan tersebut bisa digunakan sebagai modal untuk berganti pekerjaan atau mendirikan usaha yang lain.

Sebagai bentuk pendampingan Pemkab selama kurun waktu 6 bulan memberikan bantuan beras kepada pedagang. Sedangkan bagi yang anaknya masih berkuliah atau sekolah, kebutuhan sekolah anak-anak sementara akan ditanggung oleh pemerintah hingga para pedagang bisa mandiri. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Daging Anjing
  2. Karanganyar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini