Bupati Garut Gelar Acara Kuliner Malam di Tengah Pandemi
Merdeka.com - Di tengah pandemi Covid-19, Bupati Garut Rudy Gunawan malah membuka kegiatan Garut Culinary Night 2020. Lokasinya di sekitar Gedung Pendopo dan pusat informasi Covid-19 Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut disesalkan sejumlah pihak, apalagi saat ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus bertambah. Pihak Pemkab Garut berkilah bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
"Ini adalah sebagai upaya kita untuk melakukan langkah-langkah di mana kita ingin UKM baik kuliner maupun usaha-usaha lain di bidang UKM ini dapat terus berkembang di masa pandemik sekarang ini. Insya Allah nanti dari satpol PP TNI dan polri di setiap kegiatan ini akan memberikan satu arahan bagaimana protokol kesehatan dapat dilaksanakan," ucap Bupati Garut, Rudy Gunawan, Sabtu (15/8).
Dalam kegiatan pembukaan kegiatan tersebut, Rudy pun mengaku akan memberikan bantuan kepada peserta melalui KUKM yang direkomendasikan oleh ICA (Indonesia Cheef Association) Garut. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama pemerintah Kabupaten Garut dengan sejumlah pihak, salah satunya ICA Garut.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Suhartono menyebut bahwa Garut Culinary Night diselenggarakan setiap Jumat dan Sabtu mulai 14 dan 15 Agustus 2020 hingga akhir tahun 2020. Di acara tersebut sejumlah stand makanan menyajikan berbagai jenis kuliner untuk para pengunjung.
Jalaludin (36) warga Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut mengaku heran dengan adanya kegiatan tersebut.
"Kok bisa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 ini. Bagaimanapun juga pasti akan mengundang kerumunan walau kemudian ada pembatasan pengunjung. Kalau membludak bisa apa?," ungkapnya.
Dia mengaku sangat khawatir kegiatan tersebut malah kemudian menjadi media penyebaran virus corona jenis baru. Apalagi kegiatan tersebut dilaksanakan setiap akhir pekan.
"Cobalah pemerintah mengkaji kembali kegiatan tersebut. Pertimbangkan maslahat dan madharatnya, lebih besar mana. Kalau lebih besar madharatnya lebih baik ganti dengan program yang lain kalau tujuannya untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Sekarang jumlah pasien yang positif di Garut nambah terus loh, masa malah bikin kegiatan yang aneh-aneh," ungkapnya.
Berdasarkan data dari Humas Gugus Tugas Covid-19, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Garut sampai Jumat (14/8) berjumlah 59 orang. Dari jumlah tersebut 37 di antaranya dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia, dan sisanya masih diisolasi dan perawatan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya