Bupati Batang minta wajan raksasa disimpan di rumah dinas

Kamis, 21 Juli 2016 13:42 Reporter : Parwito
Bupati Batang minta wajan raksasa disimpan di rumah dinas Penemuan wajan raksasa di Batang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo berharap wajan raksasa yang ditemukan di Masjid Al Furqon di Desa Karangasem, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dapat menjadi aset daerahnya. Dia berharap penemuan benda yang ditaksir berusia ratusan tahun tersebut bisa menjadi cikal bakal pengembangan museum di Batang.

Yoyok mengatakan, dengan ditemukannya wajan raksasa itu dapat memiliki Benda Cagar Budaya (BCB) yang berada di Museum Ronggowarsito Jalan Abdurrahman Saleh, Kota Semarang, Jawa Tengah. Apalagi, banyak peninggalan purbakala di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang sampai saat ini masih dalam kondisi terbengkalai.

"Sebenarnya saya sudah lama ingin Kabupaten Batang ini punya museum, rumah dinas ini saya jadikan museum. Tapi banyak yang tidak setuju, daripada cuma ditaruh di depan Kantor Dinas Pariwisata," ungkap Bupati Yoyok usai menyempatkan melihat penemuan wajan raksasa itu, Kamis (21/7).

Menurut Yoyok, sekarang ini sedikitnya ada sebanyak 12 arca yang dibiarkan berada di teras luar Kantor Disbudpar. Arca yang terlantar dan tak terpelihara itu di antaranya arca dari Desa Deles, Kecamatan Bawangdan Desa Adinuso, Kecamatan Reban.

Sementara, setelah pada Selasa (19/7) kemarin penggalian Wajan sempat dihentikan untuk menunggu petugas BPCB, maka pada Rabu (20/7), penggalian dilanjutkan dan pada siang harinya berhasil diangkat dari tempat penemuan dengan diawasi langsung petugas BPCB dan pejabat Disbudpar Kabupaten Batang.

Selain Wajan Raksasa, juga ditemukan beberapa pipa logam yang diduga peninggalan Pabrik Gula pada abad 18. "Selain itu, juga ditemukan lima batang tulang belulang yang diduga tulang manusia," aku Yoyok.

Wajan Raksasa tersebut ditemukan oleh pekerja yang sedang menggali pondasi renovasi Masjid Al-Furqon. Persisnya di bawah lantai Masjid yang digali untuk pondasi cakar ayam. Sampai Rabu (20/7), petugas BPCB dan Diparta Batang masih meneliti wajan termasuk fungsi wajan raksasa tersebut. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Wajan Raksasa
  2. Batang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini