Bupati Agam Mendesak Penanganan Teknis Sungai Muaro Pisang Agam untuk Cegah Banjir Susulan

Bupati Agam Benni Warlis mendesak penanganan teknis Sungai Muaro Pisang Agam guna mencegah banjir bandang susulan yang mengancam warga setelah serangkaian longsor.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Agam Mendesak Penanganan Teknis Sungai Muaro Pisang Agam untuk Cegah Banjir Susulan
Bupati Agam Benni Warlis mendesak penanganan teknis Sungai Muaro Pisang Agam guna mencegah banjir bandang susulan yang mengancam warga setelah serangkaian longsor. (AntaraNews)

Bupati Agam, Benni Warlis, menyoroti kondisi kritis Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Sumatera Barat. Ia menegaskan perlunya penanganan teknis komprehensif untuk mencegah terulangnya bencana banjir bandang. Pernyataan ini disampaikan di Lubuk Basung pada Sabtu (3/1), menyusul insiden longsor yang menimbun beberapa titik di hulu sungai.

Permintaan ini telah disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V, mengingat penanganan masalah ini memerlukan keahlian khusus. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mengatasi akar masalah yang kerap menyebabkan penyumbatan aliran sungai. Kondisi ini telah berulang kali memaksa pemerintah daerah melakukan pembersihan dengan alat berat.

Serangkaian longsor di hulu sungai, termasuk di Kelok 28 dan Kelok 42 Matur Mudik, Kecamatan Matur, sejak akhir November 2025, telah memperparah situasi. Insiden terbaru pada akhir Desember 2025 bahkan menyebabkan satu unit alat berat tertimbun material saat upaya pembersihan dilakukan. Akibatnya, 160 kepala keluarga terdampak dan jalan provinsi penghubung utama terputus.

Bupati Benni Warlis menekankan bahwa pendekatan penanganan yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Agam, yaitu fokus pada pembersihan di hilir, tidaklah efektif. Penanganan Sungai Muaro Pisang Agam secara berkelanjutan membutuhkan pemahaman mendalam tentang dinamika aliran dan pergerakan material dari hulu. Tanpa ilmu teknis yang memadai, upaya pembersihan hanya bersifat sementara dan rentan terhadap kegagalan.

"Apabila aliran sungai di hilir tersumbat, kita bersihkan dan kita sudah berulang kali membersihkannya dengan alat berat," kata Benni Warlis. Ia menambahkan bahwa kurangnya ilmu teknis dalam penanganan hulu menyebabkan satu alat berat bahkan tertimbun material pada akhir Desember 2025. Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa solusi jangka panjang harus melibatkan kajian teknis yang mendalam.

Oleh karena itu, Pemkab Agam telah meminta Pemprov Sumbar dan BWS V untuk segera meninjau lokasi. Tujuan utama adalah mencari solusi teknis seperti pembangunan pengendali air di hulu sungai. Pengendali air ini diharapkan mampu menahan material agar tidak terus turun ke hilir dan berdampak langsung pada permukiman warga.

Penyumbatan aliran Sungai Muaro Pisang Agam merupakan dampak langsung dari longsor tebing jalan yang terjadi di beberapa titik strategis. Longsor di Kelok 28 dan Kelok 42 di Matur Mudik, Kecamatan Matur, sejak akhir November 2025, menjadi pemicu utama. Kondisi ini diperparah dengan longsor tebing jalan di Kelok 25 Matur Mudik pada akhir Desember 2025, yang bahkan menciptakan aliran sungai baru menuju Simpang Maninjau.

Akibat bencana banjir bandang ini, setidaknya 160 kepala keluarga atau 428 jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih aman. Selain itu, material longsor juga menimbun badan jalan provinsi yang vital, menghubungkan Lubuk Basung dengan Bukittinggi. Ruas jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian timbunan satu meter ini mengalami putus total, mengganggu mobilitas dan perekonomian warga.

Masyarakat setempat kini hidup dalam kekhawatiran dan ketakutan akan potensi banjir bandang susulan. "Masyarakat merasa was-was dan ketakutan dengan kondisi tersebut," ujar Bupati. Meskipun upaya pembersihan jalan terus dilakukan dengan alat berat, ancaman tetap ada, baik saat hujan maupun tidak hujan, menunjukkan bahwa masalah ini bersifat sistemik dan membutuhkan Penanganan Sungai Muaro Pisang Agam yang lebih terstruktur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi