BPOM Tindak 5.653 Penjual Chloroquine Ilegal

Selasa, 7 April 2020 20:59 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BPOM Tindak 5.653 Penjual Chloroquine Ilegal obat tablet mengandung hydroxychloroquine untuk mengobati corona. ©AFP

Merdeka.com - Badan Obat dan Pengawas Makanan (BPOM) telah menindak 5.653 penjualan obat Chloroquine ilegal dan sejenisnya secara online untuk obat Covid-19. Angka itu ditemukan BPOM dari 6 Maret hingga 2 April 2020.

"Sampai saat ini ada 5.653 link iklan penjualan obat yang ilegal, dan saya kira itu harus menjadi perhatian masyarakat jangan membeli sembarangan obat Chloroquine di jalur ilegal," kata Kepala BPOM Penny Lukito saat jumpa pers di kantor BNPB, Jakarta, Selasa (7/4).

Penny menegaskan, obat untuk Covid-19 seperti Chloroquine merupakan kategori obat keras. Artinya tidak boleh diedarkan atau digunakan tanpa pengawasan dokter.

"Harus menjadi perhatian masyarakat jangan membeli sembarangan obat Chloroquine di jalur ilegal," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menindak situs tersebut. Patroli siber BPOM juga terus memantau penjualan obat ilegal Covid-19.

"Kami sudah berkoordinasi dengan para pemilik market place yang mempunyai obat-obat ini di jual online dan juga mengoordinasikan untuk take down kepada kemenkominfo," pungkasnya.

Baca juga:
Rumah Sakit PMI Bogor Siap Tangani Pasien Positif Corona
Pertama Kalinya Iran Produksi Favipiravir Untuk Pengobatan Pasien Covid-19
Trump Minta Pasien Virus Corona Minum Obat Malaria Meski Belum Terbukti Manjur
Peneliti Monash University Temukan Obat Potensial Lawan Covid-19
Menkes Terawan Pakai Tamiflu untuk Obati Pasien Positif Virus Corona
Unair Kembangkan 5 Senyawa untuk Lawan Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini