Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPOM Semarang Temukan Toko Retail Masih Jual Makanan Rusak Kedaluwarsa

BPOM Semarang Temukan Toko Retail Masih Jual Makanan Rusak Kedaluwarsa ilustrasi

Merdeka.com - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang dalam operasi di bulan ramadan menemukan sejumlah toko retail kedapatan menjual makanan kaleng dalam kondisi rusak dan kedaluwarsa. Tindakan selanjutnya, petugas segera tegur pengelola yang masih menjual bahan makanan tidak layak konsumsi.

"Langsung kami tegur pengelola tokonya untuk dimusnahkan bahan makanan yang tak layak konsumsi. Temuan makanan yang rusak beredar di bulan puasa ada 24 jenis, ada kemungkinan dari tokonya lalai pengawasan," Kepala BPOM Kota Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Selasa (5/5).

Dia mengungkapkan temuan tersebut didapatkan saat petugasnya menyisir sejumlah tempat untuk mengecek berbagai kebutuhan pokok yang dijual selama Ramadan. Dalam melakukan penyisiran kondisi makanan yang dijual terbungkus alumunium foil dengan keadaan yang rusak berat.

"Makanya kita imbau masyarakat agar teliti cek izin edar dan izin label makanannya. Sebab kondisi ramadan seperti saat ini yang paling rawan yang ada di mal-mal besar," terangnya.

Selain itu, petugas BPOM juga tidak segan-segan melakukan tindakan tegas kepada para penjual bila ditemukan menjual makanan takjil yang mengandung zat berbahaya.

"Selama ramadan kami ketat melakukan pengawasan. Jika terbukti menjual makanan takjil mengandung zat berbahaya akan kita tindak, kalau perlu kita telusuri dari penjual sampai distributornya," ujarnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP