Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPOM Semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di Banyumas

BPOM Semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di Banyumas BPOM Semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di Banyumas. ©2016 Merdeka.com/Chandra Iswinarno

Merdeka.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek pabrik pembuatan jamu palsu yang berada di kawasan Desa Adisana Kecamatan Kebasen Banyumas Jawa Tengah, Selasa (20/9).

Dalam penggerebekan tersebut, petugas BBPOM Semarang menyita empat mesin yang digunakan untuk memproduksi kemasan dan juga jamu yang sudah sekitar setahun berjalan di lingkungan RT 003/RW 10 Desa Adisana. Selain mesin, petugas juga menyita dua truk bahan baku jamu yang akan dicampur dengan beberapa obat keras yang dibuat dalam bentuk serbuk dan kapsul.

Kepala BBPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan penggerebekan ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pengawasan di sarana distribusi. Dari beberapa sampel yang diambil untuk diteliti, pihaknya menemukan jamu yang dicampur obat kimia.

bpom semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di banyumas

BPOM Semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di Banyumas ©2016 Merdeka.com/Chandra Iswinarno

"Setelah kami uji laboratorium dan dikembangkan lebih lanjut, kami temukan ternyata pabrik pembuatnya di sini (Kebasen)," katanya, Selasa (20/9).

Endang mengemukakan, dalam butiran kapsul tersebut dicampur beberapa obat kimia seperti paracetamol, antalgin, asam mefenamat, fenilbutason, fimestan, amoxicilin dan beberapa lainnya. Menurut Endang, dalam meracik jamu tersebut, kapsul tersebut sudah dicampur beberapa bahan obat kimia yang ada.

"Jadi macam-macam tergantung indikasinya, jadi misalnya pegel linu biasanya ditambahkan antalgin, asam mefenamat, parcetamol bisa juga fenilbutason. Tapi tadi kata pegawainya, bahan obat tersebut biasanya sudah ada di dalam kapsul kemudian dicampur dengan obat herbal. Pemilik pabrik ini juga menjual obat keras di tokonya yang berada di Buntu, padahal itu juga bukan toko obat, tetapi toko klontong," jelasnya.

bpom semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di banyumas

BPOM Semarang gerebek pabrik pembuat jamu palsu di Banyumas ©2016 Merdeka.com/Chandra Iswinarno

Saat memeriksa kemasan tersebut, Endang mengungkapkan dari sisi kemasan tersebut tertulis jamu diproduksi di beberapa wilayah. Dijelaskannya, hal itu tidak sesuai dengan lokasi produksi. "Jadi ini ada yang tertulis diproduksi di Tangerang dan lain-lain, padahal ini dari kemasan sudah jelas palsu dan juga nomor registrasinya juga palsu," ujarnya.

Lebih jauh, dia mengemukakan, jumlah jamu yang siap edar jumlahnya mencapai lebih dari 10 ribu butir kapsul dan kemasan lainnya. Saat ini, pihaknya masih akan melakukan pendataan jenis jamu yang disita dan akan dirinci satu per satu. Lebih jauh, ia menjelaskan sampai saat ini belum ada yang akan dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

"Yang jelas nanti akan kami panggil pemilik pabriknya. Dari yang kita ketahui, pabrik tersebut milik S yang sepertinya warga Purwokerto. Bisa jadi ini juga pemain lama," ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 003/RW 10 Desa Adisana Kecamatan Kebasen, Saiman mengatakan rumah tersebut merupakan rumah yang dikontrakan. Pihak lingkungan sendiri tidak mengenal penyewa rumah tersebut. "Yang kami tahu penyewa bernama Wasito, katanya tinggal di Buntu (Banyumas), namun kami belum pernah ketemu," ujarnya.

Ia menyebut, selama ini produksi jamu tersebut selalu tertutup dan tidak diketahui pihak lingkungan. Meski begitu, dia baru mengetahui ternyata rumah yang berada di lingkungannya tersebut memproduksi jamu palsu yang berbahaya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP