BPD Bali Salurkan Kredit Rp25,29 Triliun di Triwulan I-2026, Fokus UMKM dan Target Naik Kelas

BPD Bali salurkan kredit sebesar Rp25,29 triliun pada triwulan I-2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan fokus utama pada sektor UMKM dan menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah, serta menargetkan naik kelas ke KDMI II.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPD Bali Salurkan Kredit Rp25,29 Triliun di Triwulan I-2026, Fokus UMKM dan Target Naik Kelas
BPD Bali salurkan kredit sebesar Rp25,29 triliun pada triwulan I-2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan fokus utama pada sektor UMKM dan menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah, serta menargetkan naik kelas ke KDMI II. (AntaraNews)

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp25,29 triliun pada triwulan I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang positif, mencapai 8,66 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Penyaluran kredit ini merupakan bagian dari strategi BPD Bali untuk terus meningkatkan fundamental bisnis dan mendorong akselerasi pertumbuhan berkelanjutan. Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyatakan komitmen tersebut di Denpasar.

Fokus utama penyaluran kredit BPD Bali adalah pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang mendominasi lebih dari separuh total portofolio kredit bank tersebut. Ini menunjukkan peran penting BPD Bali dalam mendukung perekonomian lokal.

Pertumbuhan Kredit dan Fokus UMKM

Pada triwulan pertama tahun 2026, BPD Bali mencatatkan penyaluran kredit yang impresif, mencapai Rp25,29 triliun. Capaian ini meningkat 8,66 persen dibandingkan Rp23,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor UMKM menjadi tulang punggung penyaluran kredit, menyumbang 52,09 persen dari total portofolio kredit BPD Bali. Komitmen terhadap UMKM diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp550,9 miliar dan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp78,41 miliar per Maret 2026.

Selain itu, BPD Bali juga sukses mendorong debitur KUR untuk naik kelas melalui produk kredit usaha untuk sejahtera, unggul dan maju (Kusuma). Volume realisasi kredit Kusuma mencapai Rp1,27 triliun, menandakan keberhasilan program pembinaan UMKM.

Kesehatan Keuangan dan Target Naik Kelas

Kesehatan keuangan BPD Bali terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga pada level sangat rendah, yakni 0,84 persen. Angka ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat dalam setiap penyaluran kredit.

Pertumbuhan realisasi kredit sejalan dengan peningkatan aset bank yang tumbuh 8,23 persen, mencapai Rp42,71 triliun. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan peningkatan 5,36 persen secara tahunan, mencapai Rp35,46 triliun.

Rasio kredit terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) BPD Bali berada di angka 71,32 persen, menunjukkan kemampuan yang optimal dalam mengelola likuiditas dan menyalurkan kredit. Dengan capaian positif ini, BPD Bali optimistis dapat naik kelas ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KDMI) II pada tahun 2026, dengan target modal inti di atas Rp6 triliun.

Pencapaian target modal inti tersebut didukung oleh setoran modal dari pemegang saham yang mencapai Rp746 miliar, serta ditopang oleh kinerja keuangan bank yang positif sepanjang triwulan I-2026.

Inovasi Digital dan Ekspansi Layanan

BPD Bali terus berinovasi dalam layanan digital, termasuk persiapan implementasi sistem pembayaran digital QRIS lintas negara. Saat ini, BPD Bali sedang dalam proses persiapan untuk menghubungkan QRIS dengan Korea Selatan.

Langkah ini mengikuti kesuksesan implementasi QRIS lintas negara sebelumnya yang telah terjalin dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Ekspansi ini memperluas jangkauan layanan pembayaran digital BPD Bali secara internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi