BNPT Minta Ditjen PAS Cek Lolosnya Istri Teroris Medan Bisa Jumpai Napi Teror

Sabtu, 16 November 2019 18:03 Reporter : Merdeka
BNPT Minta Ditjen PAS Cek Lolosnya Istri Teroris Medan Bisa Jumpai Napi Teror Irfan Idris. ©istimewa

Merdeka.com - Polisi menduga perempuan berinisial DA menyebarkan paham radikal ke suaminya RMN, terduga pelaku pengeboman bunuh diri di Medan, Rabu 13 November 2019. Diketahui, DA pernah berkomunikasi dengan napi teroris saat berkunjung ke lapas.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, mengatakan sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui apakah memang istrinya yang membawa pengaruh.

Namun, DA diketahui pernah berkomunikasi dengan napi teror berinisial I di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara. Dari hasil penelitian Densus 88 dan cyber Bareskrim, DA aktif di medsos dan secara fisik sudah pernah komunikasi dengan I.

"Kita selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, terutama teman-teman di Densus 88. Kita menunggu selengkapnya dari kerja teman di Densus 88. Yang pasti istrinya itu juga pernah menjumpai salah seorang napi teroris di Medan yang pekerja migran Indonesia dari Hongkong dia menemui sekali," kata Irfan dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta, Sabtu (16/11).

Karenanya, ini perlu dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). "Inilah perlu kita koordinasi dengan teman-teman Ditjen PAS. Sebenarnya, ada Perpresnya, ada aturan. Siapa yang datang harus diketahui. Kan kita tidak melihat dan mendengarkan secara A sampai Z, apa sih yang diomongkan," ungkap Irfan.

Dia meminta agar yang berhak mengunjungi ke dalam Lapas adalah benar-benar keluarga dekat. "Seperti negara-negara lain. Mungkin orang tua, ibu, bapak, anak, istri," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

BNPT: Tren Teroris Sekarang yang Terpengaruh Kuat Adalah Istri

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, mengatakan tren teroris yang terpapar paham radikalisme sudah berubah. Saat ini paparan radikalisme sudah menyebar hingga kalangan istri dan anak-anak.

"Tren baru sekarang, kalau dulu dengan laki-laki, suami yang ikut, dan tidak membawa banyak pengaruh, membawa anak dan istri. Tapi trennya sekarang, sejak Sibolga, Surabaya, kemudian seperti Eselon IV Kementerian Keuangan, kemudian Eselon II Batang, yang terpengaruh kuat adalah istrinya. Istrinya ajak anaknya. Anaknya ajak bapaknya," ucap Irfan dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta, Sabtu (16/11).

Dia menuturkan, melihat latar belakang yang terpapar, alasan ekonomi bukan tunggal. "Jadi kalau alasannya ekonomi, Eselon II Batang aja sudah sejahtera. Eselon IV Kementerian Keuangan, bahkan S2 Flinders University, ditemukan di Suriah dengan 5 gadisnya berjuang," ungkap Irfan.

Dia menyebut, banyak faktor seseorang menjadi teroris. Meski menyebutkan faktor ekonomi tidak tunggal, kebanyakan di Indonesia dibungkus akan hal ini.

"Kalau di negara-negara lain bukan faktor ekonomi, tapi di negara kita kemasannya lebih banyak faktor ekonomi tetapi lebih benar dikemas tafsiran agama, dengan jihad diarahkan satu makna, tafsiran hijrah diarahkan satu makna, tafsiran thogut diarahkan satu makna. Dan tafsiran kafir itu dipaksakan ke semua orang, bukan hanya polisi," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
BNPT: Tren Teroris Sekarang yang Terpengaruh Kuat Adalah Istri
BNPT Nilai ASN Terlibat Terorisme Fenomena Baru, Antarkementerian Harus Koordinasi
Baku Tembak di Deli Serdang, 2 Terduga Teroris Tewas dan 1 Anggota Densus 88 Terluka
Teroris Level KW, Belajar Autodidak dan Alami Proses Radikalisasi Personal
Pengamat Nilai Aksi Teroris Sasar Polisi Berkolerasi dengan JAD
Pascabom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 14 Terduga Teroris Ditangkap
Curhat Menko Polhukam Mahfud MD, Pernyataannya Kerap Diadu Domba dengan Pejabat Lain

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini