BNPB: Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong wilayah terparah
Merdeka.com - Tim SAR Gabungan masih terus melakukan evakuasi terhadap para korban gempa yang berujung tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (2/10) sore. Sebanyak 1.234 sudah teridentifikasi meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari kejadian atau peristiwa tersebut ada sebanyak empat wilayah yang paling parah akibat terkena gempa dan tsunami.
"Yang terparah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (2/10).
Lalu, saat ditanyakan apakah pihaknya juga sudah melakukan pendataan terhadap desa yang menghilang atau rata dengan tanah. Ia belum bisa menerangkan secara rinci akan hal tersebut.
"Kalau secara spesifik kita belum tahu ya ada beberapa desa yang hilang atau rata dengan tanah. Tapi ada beberapa seperti di Balaroa ada kurang lebih 1.747 rumah dan di Patobo ada kurang lebih 744 rumah," sebutnya.
Berikut beberapa desa yang hilang atau rata dengan tanah.
1. Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah):• Desa Tosale Kec Benawa Selatan.• Desa Towale Kec Banawa Tengah.• Desa Loli Kec Banawa (permukiman rata tanah diterjang tsunami). Tinggi tsunami diperkirakan 6-7 meter (melampuai tiang listrik).
2. Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah):• 7 kecamatan terisolir karena akses jalan longsor dan bangunan runtuh.• 7 kecamatan terisolir : Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan, Dolo Barat, Dolo Selatan, Gumbasa, dan Salua.• Perlu bantuan logistic, obat-obatan, alat berat.
3. Kabupaten Mamuju Utara (Sulawesi Barat):• 1 orang meninggal dunia• 185 rumah rusak berat, 22 rumah rusak sedang, dan 92 rumah rusak ringan• Kerusakan terdapat di: Kecamatan Sarjo, Sarude, Bambaira, Bambalamotu, Pedongga, dan Pasangkayu.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya