Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNN gandeng PT PAL perangi peredaran narkoba jalur laut

BNN gandeng PT PAL perangi peredaran narkoba jalur laut BNN-PT PAL perangi peredaran narkoba jalur laut. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Sekitar 250 juta penduduk Indonesia menjadi pasar potensial peredaran narkoba jaringan internasional, mulai dari kawasan Eropa hingga Asia seperti Malaysia, Tiongkok dan lain sebagainya. Sebagian besar diselundupkan melalui jalur laut.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko, berdasarkan hasil penelitian pihaknya bersama Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI), di tahun 2017, jumlah warga Indonesia yang terindikasi narkoba sudah mencapai 1,77 persen atau sekitar 3.376.115 juta orang.

Jumlah ini, kata Heru, menurun jika dibandingkan dengan Tahun 2011 yang mencapai sekitar 2,23 persen. Kemudian menurun lagi di 2014 yang mencapai sekitar 2,18 persen.

"Di 2017 menurun lagi menjadi 1,77 persen," kata Heru saat menggelar MoU antara BNN Provinsi Jawa Timur dengan PT PAL Indonesia dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Surabaya, Kamis (1/11).

Untuk itu, Heru menyebut, Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. "Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, menjadi pasar potensial peredaran narkoba jalur internasional," ungkapnya.

Peredaran narkoba di Indonesia, katanya, rata-rata masuk melalui jalur laut. Barang-barang haram ini dibawa para pelaku jaringan internasional mulai dari kawasan Eropa, Taiwan, China, Afrika Barat, Iran hingga Malaysia.

"(Narkoba) masuk melalui jalur laut ke Jakarta, kemudian dibawa lagi melalui jalur laut ke Surabaya," katanya.

Nah, katanya lagi, dalam upaya P4GN melalui jalur laut ini, BNN melakukan kerjasama dengan PT PAL yang menjadi objek vital nasional dan salah satu industri strategis yang bergerak dalam bidang Alutsista Matra Laut.

Dengan ditandatanganinya MoU antara BNN Provisi Jawa Timur-PT PAL Indonesia ini, diharapkan akan ada pertukaran informasi terkait P4GN, pembentukan relawan antinarkoba, dan tes uji narkoba.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh menambahkan, selain tiga poin tersebut, perjanjian kerja sama ini juga menekankan adanya pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana yang dimiliki kedua belah pihak. "Kami harap ke depan, karyawan PT PAL bisa menjalankan nota kesepahaman sehingga bisa mewujudkan karyawan yang bebas narkoba," kata Budiman.

PT PAL Indonesia, kata Budiman, secara profesional mengemban amanah sekaligus kewajiban mendukung pemenuhan kebutuhan Alutsista Matra Laut. "Juga berperan sebagai pemandu utama (lead integrator) Matra Laut untuk mendukung TNI AL dalam menanggulangi penyelundupan narkoba melalui jalur laut," tandas Budiman.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP