Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BMKG: Tsunami Selat Sunda Akibat Tremor Anak Gunung Krakatau 3,4 Magnitudo

BMKG: Tsunami Selat Sunda Akibat Tremor Anak Gunung Krakatau 3,4 Magnitudo evakuasi korban tsunami Banten di hotel. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gelombang tsunami di Selat Sunda dan melanda kawasan Banten dan Lampung dipicu erupsi vulkanik Anak Gunung Krakatau. BMKG mencatat kekuatan tremor Anak Gunung Krakatau yang memicu tsunami memiliki kekuatan setara magnitudo 3,4.

"Ada tremor setara magnitudo 3,4 yang epicenternya ada di Anak Gunung Krakatau," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantornya, Senin (24/12).

Dia mengatakan, guncangan vulkanik Anak Gunung Krakatau telah memicu terjadinya collapse pada lereng gunung. Berdasarkan citra saletelit, collapse lereng tersebut luasnya 64 hektar.

"Volume collapse ini yang menjadi tsunami di pantai pada pukul 21.27, atau 24 menit kemudian (setelah erupsi Anak Gunung Krakatau) dengan tinggi 0,9 meter di empat titik di Banten, Serang, Bandar Lampung," ungkapnya.

Menurut dia, saat itu bukan hanya satu fenomena penyebab tsunami terjadi di Selat Sunda saat itu. Tsunami itu terjadi saat adanya gelombang tinggi akibat air pasang.

"Jadi tsunami ini berkaitan dengan erupsi vulkanik," kata dia.

Diketahui, tsunami melanda kawasan sekitar Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sebagian daerah Banten dan Lampung.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin pukul 07.00 WIB musibah tersebut mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang mengalami luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi yang tersebar di lima kabupaten yakni Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP