Blusukan ke pabrik rokok, Puti dicurhati buruh perempuan
Merdeka.com - Setelah mengunjungi sentra bordir dan batik, kali ini Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno, mengunjungi pabrik rokok milik PT Gudang Baru Berkah di Jalan Probolinggo, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Cucu Presiden Pertama Soekarno sengaja mengunjungi perusahaan rokok, karena rata-rata buruh yang bekerja adalah kaum perempuan. Puti dicurhati para pekerja. Kaum perempuan rata-rata menjadi tulang punggung keluarga di daerah tersebut.
Dalam dialognya dengan salah satu buruh pabrik yang bernama Ramini, Puti bertanya penghasilannya tiap bulan yang diperoleh. "Sehari dapat berapa biji, bu? Anak ibu sekolah apa kerja?" tanya Puti.
Perempuan berusia 45 tahun tersebut menjawab, "Hitungannya seribu batang dapat komisi Rp 22 ribu. Sehari bisa dapat tiga ribu batang rokok. Jadi komisi sehari dapat Rp 66 ribu," kata Ramini.
Rumini kemudian melanjutkan ngobrolnya dengan Puti. "Anak saya kerja di pabrik yang sama. Ada yang masih sekolah. Uang hasil kerja juga buat biaya sekolah, bantu suami yang bekerja serabutan," kata ibu empat anak tersebut.
Siti Rochma, yang bekerja di perusahaan sama, juga mengungkapkan bahwa selama lima tahun lebih di pabrik tersebut tak mengubah nasibnya. Gaji yang didapatkan itu untuk menambah perekonomian keluarga. "Buat biaya sekolah, bantu suami bekerja," kata Siti.
Mendengar curahan hati dari buruh pabrik yang bekerja di perusahaan rokok, Puti Guntur Soekarno, mengaku cukup prihatin. "Ibu-ibu yang bekerja di pabrik rokok itu rata-rata hanya lulusan SMP. Mereka tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi karena tidak punya biaya," kata cucu Proklamator Bung Karno, di sela melihat proses pembuatan rokok di Kabupaten Malang, Senin (19/2).
Menurutnya, ini menjadi tugas pemerintah provinsi, agar anak-anak di Jawa Timur ini bisa mempunyai akses pendidikan lebih tinggi. Jangan sampai putus di tengah jalan yang akhirnya menjadi beban orang tua. Selain itu, industri rokok saat ini terancam gulung tikar karena lahan ladang tembakau semakin menyempit. Maka hal itu juga harus diperhatikan dalam konteks industri tembakau.
"Bagaimanapun mereka harus mendapatkan akses, pemasukan. Terutama dengan masalah lahan yang sempit, agar bisa meningkatkan produktivitas tembakau yang berkualitas. Supaya petani tembakau ini hasilnya bisa dibeli perusahaan rokok," kata Mbak Puti.
Di hadapan buruh pabrik rokok, Puti juga mohon doa restunya untuk maju dalam pilgub Jatim mendampingi Gus Ipul. "Mohon doanya, saya akan perjuangkan rokok kretek menjadi heritage Indonesia. Supaya ibu-ibu tetap bekerja, jadi penunjang ekonomi keluarga dan tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya," katanya.
Puti menambahkan, yang terpenting dalam dunia pendidikan ini menyekolahan anak-anak. "Kita juga memiliki program pendidikan gratis bagi anak SMA/SMK melalui program Dik Dilan. "Program Dik Dilan ini pendidikan digratiskan berkelanjutan. Mohon doanya, semoga bisa jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur," katanya.
"Ingat salam dua jari, jangan lupa Gus Ipul dan saya Mbak Puti. Mohon dukungannya," teriak Mbak Puti, di hadapan ribuan buruh pabrik. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya