KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bibi dan keponakan tewas disambar KA Kalijaga usai pulang sekolah

Jumat, 21 April 2017 16:42 Reporter : Parwito
Warga Semarang tersambar KA Kalijaga. ©2017 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Tiga orang terdiri dari ibu, anak dan keponakan tewas tertabrak Kereta Api (KA) Kalijaga jurusan Semarang-Solo yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/4).

Korban tewas di tempat. Sementara kondisi sepeda motor korban rusak parah karena saat kejadian sempat terseret hingga sejauh 300 meter.

Ketiga korban itu adalah Maslikha (35), Rikha (7), Andika (5). Mereka merupakan warrga Kampung Pondokan RT 2 RW 9, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Maslikha tewas tersambar KA Kalijaga usai menjemput sekolah anak perempuan dan keponakanya di TK dan SD Al Fattah Semarang berjarak sekira 200 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Wakijan, saksi kejadian yang juga merupakan Ketua RW IV Tambakrejo mengungkapkan kejadian bermula sekira pukul 09.30 WIB saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Warna Biru bernopol H 4815 AS dari arah barat (dari sekolahan) menuju ke timur (ke rumah) berhenti sebelum Rel kereta api ganda tanpa palang pintu.

"Korban berhenti karena dari arah Surabaya melintas Kereta Api barang. Usai kereta lewat, mereka langsung menyeberang padahal sirine masih berbunyi. Di samping itu korban terhalang pandangan mobil Daihatsu Taruna H 8031 SG yang teparkir di sebelah kiri korban," ungkapnya.

Korban yang tak menyadari bahwa dari arah utara melintas KA Kalijaga sedang melintas, karena jarak sudah 20 meter korban tidak bisa mengihindar. Akibatnya setelah tertabrak ketiganya dengan sepeda motornya terseret.

"Di samping jarak sudah dekat, sepeda motor korban saat itu mesinya mati, jadi langsung tertabrak dan terseret sejauh 300 meter," ucapnya.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dedi Mulyadi yang berada di lokasi menyatakan prihatin dan memohon kepada PT KAI untuk mengevaluasi lintasan kereta api tanpa palang pintu di lokasi tersebut.

"Saya minta pada instansi terkait khususnya PT KAI untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus mengusulkan diberikan palang pintu sehingga ke depan bisa meminimalisir kejadian kecelakaan serupa," ujarnya.

Dedy meminta kepada masyarakat untuk tidak memarkirkan mobil di dekat perlintasan sedang untuk pejalan kaki dan motor untuk selalu waspada.

Usai dilakukan olah TKP oleh petugas Inafis Polrestabes Semarang, jenasah ketiganya langsung dibawa ke RSUP Dr Karyadi di Jalan Dr Sutomo, Kota Semarang, Jawa Tengah untuk menjalani visum et repertum guna penyelidikan dan penyidikan. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kecelakaan Kerja

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.