Besok, Tim SAR akan Urai Serpihan Pesawat SJ182 yang Menimbun Black Box
Merdeka.com - p>Laksamana Yayan Sofyan selaku Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi Sriwijaya Air menyampaikan kendala Tim SAR dalam menemukan black box atau kotak hitam. Karena kondisi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang sudah hancur menjadi serpihan-serpihan hingga diprediksi menimbun black box tersebut.
"Cuma permasalahannya itu tadi dari volume pesawat panjang lebarnya berapa, menghujam dengan kecepatan tinggi sekali. Terus begitu menghujam terhempas bahkan krek (hancur) jadi satu. Itu kendala. Kita harus mengurai dulu," kata Yayan saat ditemui wartawan, di KRI Semarang, Senin (11/1).
Dia pun mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, bila kondisi pesawat Sriwijaya yang telah menjadi serpihan perlu diurai untuk mendapatkan black boxnya.
"Situasi di bawah laut tertumpuk oleh material-material pecahan. Jadi kita akan urai, dengan menggunakan ping locator yang ada di Kita, semoga secepatnya ditemukan (black box)," tambahnya.
Namun demikian, Yayan masih belum dapat memprediksi waktu pasti yang dibutuhkan personel menemukan black box tersebut. Dia pun meminta agar masyarakat bersabar dan memberikan dukungan terhadap personel yang sampai saat ini sedang melakukan operasi tersebut.
"Sulit untuk menentukan Itu (waktu pencarian black box). Waktu Lion Air 30 Hari, Air Asia satu Minggu. Kita harus sabar, telaten. Makanya prajurit ini diajak berdoa bersama kemudian siang melaksanakan tugas. Semoga Tuhan meridhoi," imbuhnya.
Lebih lanjut, kata Yayan, Tim SAR besok akan melakukan penguraian secara satu persatu materil pesawat yang diduga ikut menimbun black box.
"Penguraian diselami sama penyelam TNI Angkatan Laut baik Itu Denjaka, Kopaskal, Dislamb Air. Kemudian diselami satu per satu bongkahan dibuka terus dibawa ke permukaan," jelasnya.
Temukan "Ping" Lokasi Black Box Pesawat Sriwijaya
Sebelumnya, Laksamana Yayan Sofyan selaku Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi Sriwijaya Air menyampaikan jika 'ping' atau tanda dari kotak hitam (black box) milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang terpendam di perairan Pulang Laki dan Langsang, Kepulauan Seribu
"Kemarin sudah ditemukan dua ping dan sudah di lokalisir, tetapi artinya bukan berarti black box ketemu," kata Yayan saat ditemui wartawan, di KRI Semarang pada Senin (11/1).
Yayan menambahkan jika Tim SAR sudah melokalisir lokasi jatuhnya pesawat, namun karena lokasi yang begitu besar dan kondisi pesawat yang hancur. Ia menduga jika black box terpendam di sisa puing pesawat.
"Tetapi sudah di lokalisir, namun demikian, karena volume pesawat yang begitu besar dan impact kemungkinan barang itu masih terpendam masih terpendam dengan bongkahan-bongkahan itu sendiri," katanya.
Nantinya, personil akan menggunakan alat ping locator tersebut untuk mengetahui lokasi dengan menangkap pancaran signal yang dikeluarkan black hitam yang masih tertutup bongkahan.
"Ping locator untuk mengetahui ping Itu di mana. Ping black box sudah menjurus satu lokasi. Tetapi di situ masih ada bongkahan," tuturnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya