Bertemu Eks Teroris, Ganjar Bahas Langkah Pencegahan Penyebaran Radikalisme
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu sejumlah mantan narapidana teroris (napiter) di Sala View Hotel, Solo, Jumat (28/6). Bersama para mantan napiter yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam tersebut, Ganjar bersilaturahmi dan membahas langkah pencegahan penyebaran radikalisme.
Kepada para mantan napiter, Ganjar menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi anak-anak dan remaja saat ini yang memiliki pemikiran radikal. Selain menanyakan penyebab, Ganjar juga menggali informasi dari eks napiter, bagaimana mengantisipasi dan mencegah berkembangnya paham radikalisme di kalangan remaja.
Dari hasil silaturahmi tersebut, Ganjar mengaku mendapatkan banyak masukan positif. Di antaranya dalam waktu dekat, dia akan menertibkan sekolah yang tidak mengajarkan murid sesuai nilai Pancasila. Dia juga akan mengumpulkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jateng untuk rencana tersebut.
"Saya akan bilang kepada kepala sekolah. Radikalisme di sekolah tidak boleh ada lagi dan akan terus kita awasi. Kita akan tertibkan agar mencegah adanya pikiran-pikiran yang tidak sepaham dengan pendiri bangsa," kata Ganjar di lokasi.
Langkah menertibkan sekolah yang mengajarkan hal-hal berbau radikalisme tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terorisme mulai sejak dini.
Ketua Yayasan Gema Salam, Joko Tri Harmanto alias Jack Harun menilai, doktrin ke anak biasanya mengikuti orang tuanya, setiap hari ditanamkan ajaran kafir.
"Pencegahan yang bisa dilakukan ialah memilihkan anak ke sekolah yang tidak mengajarkan radikal," ucapnya.
Selain itu, Jack Harun juga meminta orang tua agar terus mendampingi anak dalam bermedia sosial. Saat ini, menurutnya, media sosial juga dinilai menjadi sumber penyebaran radikalisme.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga berjanji untuk membantu para eks teroris agar mereka tidak kembali lagi ke jalur yang keliru. Salah satunya dengan memperbaiki perekonomian mereka. Pihaknya siap membantu dengan permodalan.
"Kami sudah bertemu Komnas HAM membahas hal yang sama. Kalau soal permodalan, akses pelatihan, pendampingan, itu tidak sulit," tutur Ganjar.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya