Bertambah Lagi, Dua Bocah di TTS NTT Meninggal Karena Rabies usai Digigit Anjing
Merdeka.com - Dua orang anak berusia tujuh tahun suspek rabies yang sebelumnya dirawat di RSUD Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan meninggal dunia.
Korban MS yang dirawat di ruang C menghembuskan napas terakhir pada Rabu (28/6) pukul 01.15 Wita, sedangkan korban JAM di ruang B pada Kamis (29/6) pukul 01.00 Wita.
Kepala Dinas Kesehatan TTS Ria Tahun mengatakan, jika dilihat dari gejala yang muncul dan masa inkubasi-nya, korban JAM diduga mengalami gejala rabies khas stadium satu.
"Korban saat masih dirawat sudah mulai menunjukkan gejala khas rabies seperti, nyeri telan, tidak mau minum air, takut terhadap angin, tapi masih bisa berkomunikasi dan masih mau makan walaupun sedikit," jelasnya, Kamis (29/6).
Menurut Ria Tahun, setelah dikremasi jenazah langsung dibawa keluarga ke rumah duka di Nunukniti, Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo untuk dikebumikan.
"Saat ini korban meninggal dunia sudah enam orang, satu orang dewasa dan lima anak-anak," ungkapnya.
Sempat Mau Bawa Pulang Korban ke Rumah
Keluarga korban JAM sempat hendak membawa pulang untuk dirawat di rumah, karena agresif dan tidak bisa tidur. Ditambah lagi korban MS yang turun kesadaran di sebelah ruang rawatnya dinyatakan meninggal dunia.
"Keluarga beranggapan bahwa percuma di rumah sakit tapi tidak sembuh dan nanti meninggal seperti pasien MS. Namun kami beri penjelasan keluarga mengerti dan mereka urungkan niat untuk paksa pulang," kata Ria Tahun.
Hingga Rabu (28/6) kemarin, jumlah korban gigitan anjing di Kabupaten TTS telah mencapai 620 orang, yang tersebar di 29 kecamatan dan 160 desa. Sedangkan korban meninggal dunia kini berjumlah enam orang, yang didominasi oleh anak-anak.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya