KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Beredar video Satpol PP di Makassar hamburkan sampah di kantor orang, ini faktanya

Rabu, 13 September 2017 20:55 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Satpol PP di Makassar kesal lihat sampah berserakan/istimewa

Merdeka.com - Video Satpol PP mengamuk di sebuah kantor di sekitaran Wajo, Makassar, tersebar di media sosial. Tak cuma mengamuk, sejumlah petugas Satpol PP itu juga membuang sampah di ruangan itu.

Informasi dihimpun merdeka.com, peristiwa itu terjadi kantor PT Salam Pacific Indonesia Line (SPIL) Jl Nusantara pada Selasa kemarin, (12/9), sekitar pukul 09.00 Wita.

Dalam video itu terlihat arogansi anggota Satpol PP yang bicara khas logat Makassar.

Kepala Satpol PP Pemkot Makassar, Iman Hud, saat dikonfirmasi soal video tersebut mengatakan, petugas itu sedang di BKO-kan di Kecamatan Wajo. Namun, dia mengaku belum terima laporan sehingga tidak tahu persis kejadian sebenarnya. Dia meminta langsung ditanyakan ke Camat Wajo.

Camat Wajo, Ansaruddin yang dikonfirmasi malam ini, Rabu, (13/9) membenarkan kejadian itu. Dia mengakui ada sampah dihambur ke dalam ruangan kantor PT SPIL. Namun dia menyayangkan video yang beredar tidak utuh atau dipotong-potong.

"Tidak mungkin anggota di lapangan bersikap demikian jika tidak ada latar belakangnya. Seandainya video itu diunggah lengkap atau utuh, tentu orang-orang akan paham kejadian sebenarnya seperti apa," kata Camat Wajo, Ansaruddin.

Dijelaskan kejadian sebenarnya, berawal dari sampah yang berhamburan di trotoar depan kantor PT SPIL itu sekita pukul 09.00 wita. Sampah-sampah itu berserakan jadi tidak di dalam kantung plastik seperti dalam pemberitaan.

Kemarin itu, ada 5 - 6 orang anggota Satpol PP di antaranya Kepala Seksi (Kasi) Trantib bernama Samhir yang melakukan patroli pagi. Mereka melihat sampah itu dan berusaha menegur karena sesuai surat edaran Walik Kota Makassar dan Perda, jadwal buang sampah itu malam hari dan harus di dalam kantung. Office boy kantor itu dipanggil melalui sekuriti kantor.

"Oleh anggota Satpol PP kemudian menyampaikan dengan baik-baik soal sampah itu yang tidak seharusnya berhamburan di pagi hari. Office boy berdalih bahwa kenapa tidak boleh sementara di toko-toko sebelah juga seperti itu," kata Ansaruddin.

Jadi, imbuhnya, sebenarnya yang bersikap arogan itu adalah office boy nya. Apa lagi dari mulut office boy itu keluar kalimat yang tidak enak didengar karena bernada melecehkan Satpol PP.

"Ahh apa tong kau, Satpol PP ji yang artinya Siapa juga kamu, hanya seorang Satpol PP. Nah anggota Satpol PP kemudian menimpali, iya kenapa kalau saya Satpol PP. Saat anggota ini membalas ucapan itulah yang videonya diunggah. Jadi gambarnya dipotong-potong, tidak dari kejadian awal," urai Camat Wajo ini.

Kalimat melecehkan seperti itu, tambahnya, tidak pantas karena anggota Satpol PP ini adalah petugas yang sementara bertugas menegakkan aturan dan Perda. Lalu, katanya, melihat tidak ada itikad baik dari office boy kantor tersebut ditambah kalimat melecehkan yang ditujukan pada anggota Satpol PP hingga membuat mereka geram dan sampah yang berhamburan di luar kantor mereka pungut dan lemparkan ke dalam kantor.

"Padahal bisa saja kita langsung denda Rp 50 juta sesuai aturan tapi kita masih upayakan teguran dulu. Tapi balasannya justru seperti itu," kata Camat Ansaruddin seraya menambahkan bahwa kasus ini telah diselesaikan dan jika berikutnya masih ada sampah berserakan, tidak dalam kantung dan dibuang bukan jadwal buang sampah maka akan langsung didenda Rp 50 juta. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Satpol PP
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.