Berdayakan Penyandang Disabilitas Bangun UMKM dan Mandiri

Rabu, 10 Agustus 2022 16:08 Reporter : Merdeka
Berdayakan Penyandang Disabilitas Bangun UMKM dan Mandiri Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia Beri Pelatihan Penyandang Disabilitas. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) melakukan pelatihan agar para penyandang disabilitas dapat menjadi pengusaha atau dapat diterima di beragam industri kreatif di Indonesia.

Sebanyak 126 penyandang disabilitas dari Jakarta dan Bandung dilatih untuk dapat menghasilkan beragam produk di bidang kuliner, tata rias, melukis, membatik dan membuat keramik. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) bekerjasama dengan PTI mendorong para pelaku bisnis dari kalangan disabilitas agar menguasai ekonomi digital, seiring transformasi digital yang terjadi pada hampir semua aspek kehidupan.

Ketua Umum PTI, Myra Winarko mengatakan, pelatihan untuk para penyandang disabilitas tersebut terdiri dari pelatihan kuliner untuk 48 peserta, selanjutnya make up artist untuk 48 peserta, melukis 10 peserta, membatik 10 peserta, dan keramik 10 peserta. Dia pun menegakan bahwa pihaknya tidak merasa kesulitan dalam memberdayakan para penyandang disabilitas ini.

"Kami bahagia melihat anak disabilitas ini antusias dan mau menjadi mandiri. Enggak ada yang capek. Rasa ingin tahu mereka besar sekali dan saya berharap tidak berhenti di kami saja, tapi semua pihak mau membantu," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/8).

2 dari 3 halaman

Dia menargetkan ke depannya semua pihak mau mendirikan pelatihan kecil untuk penyandang disabilitas ini. Menurutnya, pemberdayaan ini tidak akan berhasil jika tidak menunjukkan hasil akhirnya.

Dalam hal ini, dia menginginkan para penyandang disabilitas ini nantinya dapat diterima untuk bekerja di perusahaan atau dapat membuka usaha sendiri. Kehadiran PTI di dalam event B20 Indonesia ini pun diharapkan dapat membuka mata semua orang terhadap kemampuan para penyandang disabilitas.

"Sering kita abai bahwa sahabat disabilitas ini sesungguhnya adalah bagian dari ekosistem ekonomi kita yang berpotensi, dan inilah yang PTI coba untuk membangun, walau selangkah demi selangkah, kami mengerjakan kegiatan sesuai dengan kapasitas kami saja dan tidak ngoyo. Yang penting setiap anak mendapat perhatian, dan kami sangat mengupayakan dengan pendampingan sampai mereka bisa mandiri. Dan niat baik kami mendapat sambutan dari banyak pihak yang turun tangan membangun seperti antara lain Paragon Technology and Innovation, PT Timah, Panasonic Gobel, Modena, PT Impact Pratama, dan banyak lainnya lagi," ujar Myra.

3 dari 3 halaman

Myra menambahkan, sejauh ini pihaknya terbantu dari Wardah atau Paragon untuk pelatihan di bidang tata rias. Dari kuliner pihaknya dibantu oleh Moderna untuk menggunakan fasilitas mereka gunakan saat pelatihan para penyandang disabilitas.

Legal and Organization Director PTI Hemasari Dharmabumi menambahkan, pihaknya juga menghadirkan brand bernama 6 Jagoan, di mana brand ini menghadirkan produk kuliner berupa telur asin, rempeyek dan kue dari 15 penyandang disabilitas di Bandung.

Dengan produk ini, satu orang penyandang disabilitas ini dikatakan dapat menghasilkan Rp750 ribu sampai Rp2 juta. Bahkan, saat ini mereka dikatakan sudah memiliki rumah produksi bersama.

"Suatu hari nanti di rumah produksi ini kami berharap akan bertambah banyak dan memproduksi secara masif. Ibu-ibu dari anak disabilitas juga akan diarahkan untuk mengolah telur asin menjadi produk olahan lain seperti keripik telur asin dan lainnya sehingga produksi telur asin mereka sustainable," kata Hemasari.

Khusus untuk pameran, PTI sendiri mematok harga untuk produk dari para penyadang disabilitas mulai dari Rp500 ribu sampai Rp15 juta untuk produk lukisan. Harga ini pun dikatakan sudah melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para penyandang disabilitas.

"Jadi kami ada perjanjian dari anaknya mau dijual berapa. Nanti kami naikkan harga sehingga kami dapat bagian yang akan kami gunakan untuk melanjutkan program disabilitas dari kami, bukan untuk hal lainnya," tuturnya.

Muhammad Syehquro selaku penyandang disabilitas binaan PTI yang membuat beragam pastry merasa sangat senang dengan pelatihan ini. Pasalnya, dia mendapatkan penghasilan sendiri dari hasil keringatnya.

"Ke depannya saya saya bermimpi dapat mendirikan toko sendiri dan saya akan merekrut teman-teman saya," ucap pria yang akrab disapa Ali ini.

Sementara itu, Prayoga Risdianto selaku penyandang disabilitas binaan PTI di bidang tata rias menceritakan bahwa dia bercita-cita untuk menjadi make up artist profesional. Dengan pelatihan dari PTI, dia optimis cita-citanya tersebut dapat menjadi kenyataan.

Baca juga:
Penyandang Disabilitas di Boyolali Diberi Pelatihan Menjahit
Jokowi Tutup ASEAN Para Games XI: Keterbatasan dan Kesulitan Bukanlah Halangan
Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames 2022
Punya Keterbatasan Fisik, Pria Ini Rutin Tutup Lubang Jalan & Dapat Upah Seadanya
Penyandang Disabilitas Ini Unjuk Kelihaian Main Gendang, Aksinya Curi Perhatian
Kemendagri Beberkan Kendala Pendataan Penyandang Disabilitas
Viral Penyandang Disabilitas Ditolak Naik KRL, KAI Commuter Minta Maaf

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini