Berbekal Jimat, Residivis di Samarinda Tepergok Hendak Curi Helm
Merdeka.com - Muhammad Rizki Maulana (30), warga Samarinda yang baru keluar bui 28 Januari 2019 ini, jadi bulan-bulanan warga sore tadi. Dia diamuk massa saat tepergok hendak mencuri helm pegawai Balai Kota. Tasnya digeledah dan ditemukan alat isap sabu. Ada pula benda diduga jimat yang diikat di pinggangnya.
Gerak-gerik Rizki yang dibonceng temannya, sudah terlihat mencurigakan. Personel Satpol PP Samarinda yang bertugas di Balai Kota terus mengamati gerak-geriknya. Begitu hendak mengambil helm, petugas langsung meneriakinya.
"Dia tertangkap tangan anggota. Begitu dikejar, hampir nabrak mobil dan dia (Rizki) jatuh, temannya kabur," kata Kasi Operasi Satpol PP Samarinda Boy Leonardo Sianipar, ditemui merdeka.com, Senin (22/4).
Untuk diketahui, belakangan ini kejadian hilangnya helm pegawai Pemkot sudah tidak terhitung. Bahkan, sound system yang biasa dipakai saat apel pegawai di Balai Kota, ikut raib. Satpol PP pun dibikin repot. "Dia ini sering terlihat di Balai Kota. Kita memang lagi gencar mengawasi," sebut Boy.
Rizki digelandang ke kantor Satpol PP. Tasnya digeledah, dan ditemukan peralatan obeng, tang, kunci inggris bahkan alat isap sabu dan bungkus bekas sabu. "Ada juga jimat di pinggangnya. Pengakuannya jimat kebal," tambah Boy.
Lantaran ditemukan alat isap sabu, Rizki terancam menginap kembali di penjara. Dia segera diserahkan ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara, Rizki mengaku baru 2 kali mencuri helm di Balai Kota. Perihal jimat diikat di pinggangnya, dia menyebut bukan miliknya. "Punya teman saya (jimat) itu Pak. Bukan untuk apa-apa. Bukan jimat kebal," kilahnya.
"Saya memang tadi malam isap sabu Pak. Ampun, tobat saya Pak. Benar-benar tobat saya," sebut Rizki yang memiliki banyak tato di badannya itu.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya