Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berbagai alat uji dalam mengembangkan alutsista TNI

Berbagai alat uji dalam mengembangkan alutsista TNI alat uji untuk pengembangan Alutsista. ©2017 Merdeka.com/Anisatuh Umah

Merdeka.com - Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) menggunakan beberapa alat uji dalam penelitiannya dalam upaya mengembangkan alat utama sistem senjata (alutsista). Alat uji tersebut antara lain uji biologi dan kimia, uji kendaraan, uji senjata dan amunisi, serta alat uji lainnya.

Mayor Inf Hartugianto selaku kepala seksi uji biologi kimia mengatakan, dalam uji biologi dan kimia beberapa yang diuji seperti penjernih air, pemadam kebakaran, dan cairan anti serangga.

"Filosofi ujinya adalah apakah peralatan yang akan diuji sesuai dengan syarat teknis yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan TNI, baik anatomis dan geografis," kata Hartugianto di Laboratorium Litbang di Pusdik Kopassus Batujajar, Bandung Kamis, (23/3).

Sedangkan Mayor Inf Herman selaku kepala seksi alat perlengkapan satuan, mencoba mencontohkan pengujian ketahanan helm prajurit dengan menjatuhkan benda seberat 2 kg dari ketinggian 3 meter. Dari hasil uji ini, helm prajurit dengan berat 1,3 kg tidak terjadi kerusakan dalam pengujian ini.

alat uji untuk pengembangan alutsista

alat uji untuk pengembangan Alutsista ©2017 Merdeka.com/Anisatuh Umah

Selain menguji helm, uji tali payung yang digunakan petugas juga dilakukan. Batas minimal dari tali 120 kgf untuk syarat kelayakan.

"Batas 120 kgf persyaratan, pengujian ini sampai 180 kgf belum putus berarti bagus memenuhi persyaratan," ungkapnya.

Pengujian lain yang ada di Dislitbangad adalah uji senjata dan amunisi. Mayor inf Suratmoko selaku kepala seksi pengujian senjata dan amunisi menjelaskan, lorong tembak digunakan pengujian senjata dan amunisi dengan jarak 300 meter.

Lalu untuk kaliber besar digunakan lapangan dengan jarak 6 km. Jika kaliber yang digunakan lebih besar lagi seperti di Kebumen bisa lebih dari 20 km, Lumajang bisa lebih dari 40 km dan di Aceh bisa sampai 100 km.

alat uji untuk pengembangan alutsista

alat uji untuk pengembangan Alutsista ©2017 Merdeka.com/Anisatuh Umah

Lebih lanjut Suratmoko juga menjelaskan tentang uji rompi anti peluru. Ada dua jenis level rompi yang digunakan yaitu level 3 dan 4. Rompi level 3 digunakan untuk pasukan anti huru hara, sedangkan rompi level 4 digunakan senjata serbu.

Dalam uji rompi standar minimal deformasi yang terjadi maksimal 44 mm. Saat dilakukan pengujian rompi dengan jarak 25 meter, terjadi deformasi 19,7 mm yang artinya standar minimal terpenuhi.

"Penilaian di balik peluru terjadi deformasi tidak lebih dari 44 mm," jelasnya.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP