Berantas perbudakan, Pemkab Tangerang periksa tiap pabrik

Selasa, 7 Mei 2013 13:21 Reporter : Al Amin
Pabrik kuali Tangerang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggerang Iskandar Mirsad mengaku kecolongan dengan adanya perbudakan terhadap buruh di wilayahnya. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPD RI La Ode beserta lima anggota DPD di Kantor Kabupaten Kota Tanggerang.

"Kami kecolongan, Camat, Lurah dan Kepala Desa tidak melaporkan adanya tindakan seperti itu. Sekarang Kami memang di sini mendalami Camat atau Kades mengapa sampai tidak tahu," kata Iskandar, Selasa (7/5).

Dalam waktu dekat, lanjut Iskandar, pihaknya akan memanggil Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk menginventarisir setiap pabrik dan usaha kecil yang ada di wilayah mereka.

"Kami akan memanggil Camat, Lurah dan kepala Desa untuk menginventarisasi hal-hal seperti ini," ujarnya.

Jumat sore lalu petugas kepolisian berhasil menyelamatkan sebanyak 25 buruh asal Lampung dan Cianjur yang dipekerjakan layaknya budak di perusahaan wajan itu. Petugas juga masih mengejar dua orang tersangka yang bekerja sebagai mandor serta menetapkan kedua mandor tersebut daftar pencarian orang oleh Polda Metro Jaya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Perbudakan Buruh
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.