Bapenda Purwakarta pasang spanduk peringatan ke PT IL Jin Sun agar bayar pajak

Rabu, 27 September 2017 18:38 Reporter : Bram Salam
Bapenda Purwakarta pasang spanduk peringatan ke PT IL Jin Sun agar bayar pajak Bapenda Pemkab Purwakarta pampang pelang pemberitahuan telat pajak. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta terpaksa memasang pemberitahuan tunggakan pembayaran pajak berupa spanduk di gerbang masuk PT IL Jin Sun, perusahaan garmen di Jalan Raya Sadang, Purwakarta Rabu (27/9).

Spanduk itu bertuliskan 'PERINGATAN, PERUSAHAAN INI BELUM MEMBAYAR PAJAK DAERAH: Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah.'

Pada pemasangan itu, tidak ada perwakilan dari pabrik garmen tersebut yang menghalangi. ‎Sekretaris Bapenda Purwakarta, Nina Herlina membenarkan pemasangan itu.

"Iya, perusahaannya nunggak pembayaran pajak, ada pajak reklame dan pajak air tanah. Nilainya nanti saya cek dulu. Yang pasti, kami sudah ada upaya-upaya penagihan hingga peringatan," ujar Nina melalui ponselnya.

Menurutnya, pihak perusahaan sempat meminta Pemkab Purwakarta mencabut spanduk tersebut karena perusahaan dengan karyawan lebih dari 1000 orang itu akan didatangi tim auditor.

bapenda pemkab purwakarta pampang pelang pemberitahuan telat pajak

Bapenda Pemkab Purwakarta pampang pelang pemberitahuan telat pajak ©2017 Merdeka.com

"Akhirnya mereka janji membayar tunggakkan pajak dengan memberikan surat pernyataan. Tapi untuk sementara spanduknya tetap kami pasang," ujar Nina.

Dia menjelaskan, perusahaan garmen tersebut menunggak pajak sebesar Rp 300 juta lebih yang terdiri dari Rp 253 juta untuk PBB dan sisanya untuk pajak air tanah dan reklame.

"Utang itu untuk denda tunggakan PBB dari 1997 hingga 2015. Lalu 2016-2017 denda dan pokoknya belum dibayar," ujar Nina.

Nilai tunggakan pajak itu belum seberapa dibanding perusahaan lainnya yang juga menunggak pajak. Padahal, pajak dibutuhkan Pemkab Purwakarta untuk membangun.

"Ada perusahaan lain yang nunggak pajak hingga Rp 1,3 miliar utang PBB dari 1994 hingga 2017. Sekarang sedang kami tindaklanjuti, perusahaan bergerak di bidang tekstil," ujarnya seraya menyebut perusahaan tersebut bernam PT Warna Unggul di Jalan Raya Purwakarta-Subang.

Nina berharap semua pihak ikut berkontribusi terhadap pajak. Pajak akan menghasilkan pendapatan daerah dan pendapatan daerah digunakan untuk pembangunan.

"Yang dilakukan selama ini sama pak bupati, membangun Purwakarta hingga seperti ini kan dari pajak. Jika pajaknya mandek, Pemkab Purwakarta kesulitan membangun dong," ujarnya. ‎

Kemarin, tidak ada sanggahan resmi dari PT Il Jin Sun. Hanya saja, salah satu pegawai perusahaan yang mempekerjakan banyak buruh perempuan ini sudah ‎berkomunikasi dengan pemerintah.

"Sudah memberi keterangan ke Bapenda Purwakarta soal ini. Dari perusahaan belum berkenan memberikan keterangan pada media," ujar pegawai mengaku bernama Sulistiawan di gerbang masuk. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemkab Purwakarta
  3. Purwakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini