Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bekasi Dikepung 93 Titik Banjir, BPBD Akui hanya Ada 6 Perahu Karet

Bekasi Dikepung 93 Titik Banjir, BPBD Akui hanya Ada 6 Perahu Karet Banjir di Bekasi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Banjir parah menyergap wilayah Bekasi. Setidaknya terdapat 93 titik banjir, hingga hari Rabu (1/1) pagi. Banjir dengan ketinggian satu hingga lima meter ini sebagian besar baru surut pada Kamis kemarin, bahkan ada yang Jumat dini hari.

Banjir serentak ini membuat permintaan evakuasi tinggi. Bahkan merdeka.com menerima laporan dari korban banjir di Vila Nusa Indah, Jatiasih sampai Rabu malam pukul 23.00 WIB, belum ada tim menjemput atau mengantarkan logistik.

"Semua nomor telepon yang di-share di media sosial tidak ada yang merespons," ucap seorang korban banjir di sana.

Kepala BPBD Kota Bekasi, Hariono mengatakan, penyebab evakuasi lambat karena pemerintah hanya memiliki 23 perahu karet. "Karena serentak di wilayah Kota Bekasi, kemampuan untuk perahu kita itu terbatas," katanya.

Dari jumlah tersebut, yang ada di BPBD hanya enam unit, sedangkan lainnya tersebar di instansi lain seperti Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup.

"Padahal yang kena dampaknya itu sampai ribuan. Saya menerima telepon saja mungkin kisaran 200 meminta bantuan (evakuasi)," katanya.

Dia mencatat banjir tersebar di 93 titik. Paling banyak di Bekasi Barat dan Bekasi Selatan. Tapi dampak paling parah korban banjir berada di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih. "Warga terdampak kalau se-Kota Bekasi ini 366.274," katanya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP