Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini wujud Consule, alat semai untuk memodifikasi hujan buatan

Begini wujud Consule, alat semai untuk memodifikasi hujan buatan Teknologi modifikasi cuaca. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengintensifkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan, diyakini dapat menjadi solusi untuk memadamkan titik api di wilayah terdampak kabut asap. Hujan buatan diprediksi dapat lebih efektif dalam memadamkan api dibandingkan dengan waterboombing dan operasi pemadaman melalui darat.

Hal tersebut dikatakan Kepala bagian tata usaha UPT Hujan Buatan BPPT Jon Arifin. Jon menyampaikan hujan buatan dapat berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proses hujan, dan diyakini dapat secara efektif memadamkan api, karena proses hujan buatan akan memancing awan-awan lain untuk menurunkan hujan.

"Ini adalah momentum karena telah masuk transisi ke musim hujan, maka diprediksi awan akan menumpuk, dan di situlah awan-awan tersebut akan kami semai agar memicu awan-awan lain untuk menurunkan hujan," kata Jon di Gedung Suma 4, Halim, Jakarta Timur, Minggu (1/11).

Mekanismenya, kata Jon, hujan buatan ini akan menggunakan alat semai yang bernama Consule. Alat ini akan melakukan penyemaian awan secara mekanis. Consule buatan TNI angkatan udara (AU) 2014 ini dilengkapi dengan 2 doli, di mana masing-masing doli terdiri dari tabung yang nantinya akan diisi sekitar 4 ton bubuk garam karbosil.

Secara teknis, menurutnya, Consule ini akan membuat bubuk garam karbosil akan menembak awan secara lebih fokus dan tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

"Consule ini untuk membuat supaya bahan semai itu kondisi sesuai dengan kaidah TMC itu sendiri, dan aman untuk tidak menyebar di bagian dalam pesawat atau wilayah sekitar penyemaian awan," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Jon, cara kerja butir garam karbosil tersebut yakni akan berperan dalam menangkap uap air yang terdapat di awan, kemudian akan membuat awan membesar dan selanjutnya akan turun hujan.

"Butirnya sifatnya hidroskopis, jika disebar di awan itu akan menangkap uap air, dan uap air yang kecil akan ditangkap dan berkumpul membesar, dan pergerakan vertikal akan jatuh ke dasar awan, dan akan tunggu gravitasi dan turun hujan," jelasnya.

Jon juga menginformasikan, hujan buatan ini dijadwalkan akan dilakukan pada (2/11) besok, dan wilayah yang akan menjadi target adalah Sumatera Selatan, Jambi dan Riau.

"Besok rencana Sumatera, Sumsel Jambi dan Riau. Satu jam di wilayah Sumatera mencari awan di wilayah kabut asap," tutup Jon kepada Merdeka.com.

Untuk diketahui, untuk proses semai, BPPT telah berkoordinasi dengan Menkopolhukam agar meminta TNI AU menyediakan 1 unit pesawat Hercules C 130. Selain bersama Kemenko Polhukam, BPPT juga akan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk membantu langkah tersebut. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP