Begini cara kerja polisi tidur penghasil listrik temuan mahasiswa UB

Kamis, 11 Agustus 2016 14:26 Reporter : Darmadi Sasongko
Begini cara kerja polisi tidur penghasil listrik temuan mahasiswa UB Listrik polisi tidur karya mahasiswa Universitas Brawijaya. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Gundukan atau polisi tidur ternyata bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Alat yang diberi nama Potret atau Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan dapat mendistribusikan energi pegas menjadi listrik.

Hasan Albinsaid, mahasiswa Universitas Brawijaya salah satu anggota tim penemu Potret menceritakan, proses kerja polisi tidur penghasil energi tersebut. Cara kerjanya memanfaatkan kendaraan yang melintasi polisi tidur. Pegas akan menurun karena sistem yang elastis.

"Setelah pegas menurun maka polisi tidur akan tertarik linear karena di dalam boks terdapat berbagai gear dan rantai. Sehingga bisa menciptakan putaran dan jika dihubungkan ke generator akan menghasilkan listrik," kata Hasan, Kamis (11/8).

Generator akan terhubung dengan aki yang akan melakukan penyimpanan. Selanjutnya, energi yang tersimpan dapat digunakan untuk segala kebutuhan salah satunya penerangan jalan.

Alat yang direkayasa khusus ditempatkan di polisi tidur dengan memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang ditempatkan di bawah polisi tidur.

Kata Hasan, dalam sekali hentakan sepeda motor di polisi tidur bisa menghasilkan 10-15 volt. Jika sehari 1.000 kendaraan dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kilogram, gear akan memutar generator dengan kecepatan putar 1.000-1.250 rpm.

"Sistem tersebut dapat dimanfaatkan menyalakan empat lampu masing-masing 40 watt selama 10 jam sehari," katanya.

Biaya pembuatan cukup murah dan untuk perawatannya sangat mudah karena bisa dibongkar pasang. Pembersihan cukup dibongkar dengan disapu atau diberi oli.

Potret mudah dibawa kemanapun dan tidak terpengaruh cuaca. Alat tersebut dapat dipasang di pintu masuk jalan tol atau tempat umum yang menggunakan sistem portal.

"Jadi bukan ditempatkan di tengah jalan, meski beban berat bisa sampai 50 ton," tandas Hasan.

Selain Hasan Albinsaid, rangkaian tersebut alat tersebut diciptakan Dony Darmawan Putra, Ridho Darmawan dan Anthony Wijaya. Karya keempat mahasiswa semester 4 itu di bawah dosen bimbingan Eka Maulana. Proses menciptakan Potret sejak 2014 hingga 2016. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini