Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bea Cukai Endus Pola Baru Penyelundupan Narkoba, Begini Modusnya

Bea Cukai Endus Pola Baru Penyelundupan Narkoba, Begini Modusnya

Bea Cukai Endus Pola Baru Penyelundupan Narkoba, Begini Modusnya

Terungkap adanya pola baru dalam penyelundupan narkotika.

Terungkapnya kasus home industry narkotika jenis pil PCC yang dijalankan di rumah kawasan Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor turut mengungkap adanya pola baru dalam penyelundupan narkotika.


"Apabila selama ini narkotika masuk sudah berbentuk narkotika dari luar, baik morfin metamfetamin, saat ini sudah mulai terjadi tambahan pergeseran model,” kata Direktur Interaksi Narkotika Bea Cukai, Syarif Hidayat saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5)

Menurut Syarif, adanya tren perubahan itu didapat dari sejumlah kasus narkotika yang kini lebih marak diselundupkan dalam bentuk bahan baku dari luar negeri untuk diracik di Indonesia.


“Artinya mereka sudah mulai memasukkan bahan baku pembuatan narkotik," kata Syarif.

Ia menyebut zat prekursor atau bahan baku tersebut dikirim dari luar negeri masuk ke Indonesia. Sehingga, membuat petugas sempat kecolongan, karena bahan baku itu dikira akan digunakan untuk industri kimia dan farmasi.

"Artinya mereka mulai memasukkan bahan baku pembuatan narkotik, mereka mulai memasukkan prekursor, dimana prekursor sampai saat ini tidak diawasi karena memang untuk dipergunakan di industri kimia atau farmasi," tuturnya.

Oleh sebab itu, Syarif menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan pada setiap akses masuk dari luar.

"Kalau bapak sebut jalan tikus, kami bukan hanya jalan tikus, kami sebut setiap titik itu adalah landing spot untuk barang-barang yang masuk dari luar ke Indonesia,” ungkapnya.


Dengan saling berkoordinasi bersama kepolisian dan lembaga terkait, guna mencegah bahan baku ilegal itu ke Indonesia.

“Kami sudah sangat bekerja keras bersama Polair dan stakeholder lain untuk melakukan penjagaan ini dan selalu ada barang-barang yang lolos. Tapi kami selalu melakukan usaha untuk memperkuat pengaman kita di laut dan juga di darat, maupun juga di pelabuhan-pelabuhan," pungkas Syarif .

Pengungkapan Kasus

Sebelumnya, kasus pengungkapan narkoba inisial MH (43) yang merupakan pengedar dari home industry narkotika jenis pil PCC. Ternyata masuk dalam jaringan narkoba internasional yang digerebek di rumah kawasan Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor.

"Ditresnarkoba berhasil mengungkap home industry yaitu yang membuat PCC maupun Hexymer jaringan internasional," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki, saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5).

Bahan baku dikirim dari luar negeri untuk selanjutnya diproses di rumah yang dijadikan lokasi penggerebekan. Disana petugas menemukan barang bukti jutaan pil mengandung carisoprodol yang merupakan obat tanpa ijin edar BPOM.

Dengan jumlah barang bukti yang diamankan sebagaimana tertera 1.215.000 juta pil heximer, 1.024.000 juta pil PCC dan masih dalam bentuk tablet masih dalam pemeriksaan lanjutan sebanyak 210.000 butir yang akan dikirim ke sejumlah daerah di Kalimantan, dan Surabaya.

Lalu untuk alat produksi didapati, satu unit timbangan, satu unit alat press, satu unit mesin pengaduk, satu mesin pengaduk lain, dua unit mesin pencetak baik hxyimer warna kuning maupun warna putih PCC.

“Dari kronologi barbuk yang diamankan, terutama home industry yang ada di citeureup Bogor. kita amankan 1 orang tersangka atas nama MH,” ujarnya.

MH ditangkap saat hendak mengirim paket Pil PCC dengan mobil APV putih di kawasan Cakung, Jakarta Utara. Dari penangkapan MH lah, diketahui kalau home industry ini telah berjalan selama kurang lebih enam bulan.

Dimana otak pelaku yang menggerakan industri obat haram itu adalah S yang saat ini masih buron. Termasuk juga dugaan adanya tersangka lain yang terlibat dalam proses pembuatan pil PCC tersebut.

“Satu orang ditetapkan DPO inisial S. saya tidak sampaikan lengkap untuk mempermudah penyidik mengejar. Termasuk dimungkinkan ada keterlibatan tsk yang lain,” ujarnya.

"Peran S adalah yang selalu memerintahkan tersangka yang kita amankan untuk mengantar dan mengirim barang bukti yang sudah diamankan," tambah dia.


Akibat perbuatannya, MH disangkakan Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Dan Pasal 435 Juncto Pasal 138 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 Tentang Kesehatan.

"Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara," ujar dia.

Bea Cukai dan BNN Perketat Pintu Masuk Narkoba di Seluruh Indonesia
Bea Cukai dan BNN Perketat Pintu Masuk Narkoba di Seluruh Indonesia

Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kerjasama dalam upaya pemberantasan narkoba

Baca Selengkapnya
Tegas! Jendera Bintang Satu Ini Tak Pandang Bulu Pecat Polisi Terlibat Narkoba
Tegas! Jendera Bintang Satu Ini Tak Pandang Bulu Pecat Polisi Terlibat Narkoba

Sanksi tegas yang pantas bagi anggota Polri terlibat narkoba adalah dipecat

Baca Selengkapnya
Tiga Bulan Terakhir, Ada 22 Terdakwa Narkoba di Sumut Dituntut Mati
Tiga Bulan Terakhir, Ada 22 Terdakwa Narkoba di Sumut Dituntut Mati

Jaksa berharap hukuman mati bisa membuat efek jera para pengedar narkoba

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Libatkan Petugas Maskapai dan Pakai Mobil Bandara, Modus Baru Penyelundupan Narkoba
Libatkan Petugas Maskapai dan Pakai Mobil Bandara, Modus Baru Penyelundupan Narkoba

Puluhan kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi berhasil diamankan petugas gabungan

Baca Selengkapnya
Modus Penyelundupan Narkoba: Serbuk Ekstasi Dikirim Lewat Pos, Kokain Cair Dibungkus Botol Sampo
Modus Penyelundupan Narkoba: Serbuk Ekstasi Dikirim Lewat Pos, Kokain Cair Dibungkus Botol Sampo

Dua modus tersebut dilakukan pengedar narkoba jaringan internasional

Baca Selengkapnya
Mau ke Luar Negeri Harus Lapor Barang ke Bea Cukai Sebelum Berangkat, Kemenkeu: Tak Ada Niat Buat Ribet Masyarakat
Mau ke Luar Negeri Harus Lapor Barang ke Bea Cukai Sebelum Berangkat, Kemenkeu: Tak Ada Niat Buat Ribet Masyarakat

Pemerintah menilai ada substansi yang kurang pas hingga perlu diluruskan.

Baca Selengkapnya
Awal Tahun, Bea Cukai Bantu Ekspor Sarung Tangan Asli Kalasan ke Jepang, Nilainya Rp1,1 Miliar
Awal Tahun, Bea Cukai Bantu Ekspor Sarung Tangan Asli Kalasan ke Jepang, Nilainya Rp1,1 Miliar

Perusahaan tersebut mengekspor sarung tangan sebanyak 339 karton

Baca Selengkapnya
Caleg Ditangkap Perkara Narkoba 70 Kg, Sahroni: Bikin Jelek Citra Wakil Rakyat
Caleg Ditangkap Perkara Narkoba 70 Kg, Sahroni: Bikin Jelek Citra Wakil Rakyat

Bareskrim Polri menangkap caleg DPRK Aceh Tamiang berinisial S terkait perkara narkoba 70 kilogram.

Baca Selengkapnya
Bahaya Kandungan Merkuri dalam Produk Kecantikan, Ini Penjelasannya
Bahaya Kandungan Merkuri dalam Produk Kecantikan, Ini Penjelasannya

Merkuri adalah bahan berbahaya yang sebaiknya dijauhkan dari tubuh.

Baca Selengkapnya