Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bawaslu panggil KPUD Jambi terkait teriakan '2019 ganti presiden'

Bawaslu panggil KPUD Jambi terkait teriakan '2019 ganti presiden' KPU. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Ketua Bawaslu Jambi Asnawi Rivai bahwa akan memanggil KPUD Jambi, Selasa (24/4). Pemanggilan ini terkait acara seni dan budaya yang digelar oleh KPUD Jambi yang diwarnai dengan teriakan '2019 Ganti Presiden' dari atas panggung.

"Hari ini kita layangkan surat ke KPU, akan kita panggil besok," ucap Asnawi kepada wartawan, Senin (23/4).

Selain itu Bawaslu Jambi juga akan melakukan klarifikasi terhadap KPUD untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kesengajaan dan pembiaran dalam adegan tersebut.

"Saya kira KPU sudah punya alur ya, makanya akan kami tanya dan klarifikasi sejauh mana mereka antisipasi terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan, apalagi ini kan kegiatan yang bebas boleh drama dan sebagainya, apakah ada unsur kelalaian dari KPU dalam kegiatan ini sehingga timbul persoalan," ujarnya.

Bawaslu menyayangkan peristiwa itu terjadi saat kegiatan resmi KPUD. Meskipun begitu, Bawaslu tidak dapat membubarkan acara tersebut secara spontan.

"Anggota kita juga menyayangkan kejadian itu kepada KPU kenapa bisa jadinya seperti itu termasuk partai yang lain juga keberatan dengan penampilan itu. Namun Kita gak mungkin bubarkan acara itu karena acara KPU," katanya.

Di tempat terpisah, Komisioner KPU Hasyim Asyari ikut menanggapi insiden tersebut. Dia mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) agar berhati-hati ketika mengadakan kegiatan. Sehingga tidak lagi menimbulkan kegaduhan seperti yang terjadi di daerah Jambi.

"Kami sampaikan pada teman-teman di daerah supaya hati-hati dalam melakukan kegiatan, selektif, dan ada pembicaraan lebih awal dengan seluruh peserta pemilu sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang menimbulkan prasangka sampai komplain di media sosial," ujar Hasyim.

Hasyim menyayangkan kegiatan pagelaran budaya yang seharusnya dapat menjadi wadah strategis untuk peluncuran sosialisasi pemilu, namun diwarnai dengan peristiwa tersebut.

"Itu adalah untuk launching sosialisasi pemilu agar segala informasi penyelenggaraan pemilu itu tersampaikan kemudian banyak pihak menjadi banyak terlibat atau berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu, sehingga hal-hal gelaran budaya yang dianggap strategis itu tidak berubah menjadi sesuatu yang kontraproduktif," kata Hasyim.

Diketahui, terdapat penggalan video berdurasi 25 detik yang tengah ramai dibicarakan oleh warganet, khususnya di media sosial Twitter. Pasalnya, video yang di unggah oleh akun @AdellaWibawa itu menampilkan acara pagelaran seni dan budaya dari setiap partai politik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jambi. Namun kegiatan itu diwarnai dengan lontaran '2019 ganti presiden' dari penampilan opera parodi Partai Gerindra di atas panggung.

Reporter: Yunizafira PutriSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP