Baru diresmikan, taman rumput Rp 2 M di Lapangan Sempur Bogor rusak
Merdeka.com - Dua hari usai diresmikannya Taman Sempur yang kini disebut sebagai alun-alun Kota Bogor, kondisinya cukup memprihatinkan karena ketahanan rumput seluas 500 meter persegi hanya beberapa jam dan saat ini sudah menguning dan terancam mati. Sehingga menuai reaksi negatif dan dikeluhkan masyarakat yang hendak menikmati proyek yang baru selesai dibangun menghabiskan anggaran Rp 2 miliar itu.
"Iya ya, aneh belum dua hari, masa rumput-rumput ya sebagian besar sudah menguning dan rusak. Katanya itu rumput dengan kualitas terbaik dibandingkan alun-alun yang di Bandung," ujar Didin (27), warga Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (8/2).
Hal senada diungkapkan Mulyana (35), warga Kampung Lebak Kantin, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor. Menurutnya keringnya rumput lapangan Sempur itu terjadi bukan hari ini saja, tapi beberapa jam setelah diresmikan, juga sudah tidak lagi hijau.
"Diresmikannya kan pagi, saya sore bersama anak-anak saya mau bermain bola di tengah lapangan sudah berubah warna, di beberapa titik sudah banyak yang cokelat. Bahkan tadi pagi saya lihat sudah dipasang tali plastik seperti garis polisi. Padahal anak-anak saya sudah pada senang Lapangan Sempur sudah jadi," keluhnya.
Sementara itu, Ruswandi konsultan teknis pelaksana proyek Taman Sempur mengatakan keringnya rumput dikarenakan saat peluncuran tanda dibukanya untuk umum, Minggu (5/2), masyarakat yang hadir membeludak. Ia menjelaskan harga rumput termuda jenis Cynodon dan Dactylon (CD) itu tak kuat menopang pijakan kaki manusia.
Ia mengaku kerusakan rumput lebih disebabkan banyak anak-anak kecil yang bermain bola setelah diresmikan.
"Rumput CD ini tumbuh di atas lahan bekas lapangan seluas 500 meter persegi. Media yang digunakan untuk menanam rumput tersebut bukan hanya berupa tanah saja, melainkan dilapisi pasir laut. Lapangan ini dilengkapi dengan sistem drainase sprinkler. Rumput akan disiram otomatis menggunakan sprinkler. Ada 40 sprinkler yang terpasang di lapangan sempur," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Dinas Pertamanan Kota Bogor mengatakan Taman Sempur tidak ditutup, tetapi memang rumputnya memerlukan pemeliharaan dan perawatan setelah acara launching.
"Warna rumput yang kuning atau kecoklatan bukan karena mati," jelasnya. "Itu lebih karena sehari sebelum launching rumputnya dipotong sehingga sekarang tumbuh tunas dan batang rumput baru. Jadi bukan rusak atau terkelupas sehingga tanahnya naik," tambahnya.
Menurutnya rumput tersebut ditangani tenaga ahli khusus yang dikontrak selama setahun kedepan. Mereka bukan orang-orang sembarangan yang tidak mengerti rumput ataupun cara memelihara dan merawatnya. Untuk kepentingan perawatan itu, penggunaan lapangan direncanakan diatur dengan jadwal. Misalnya mulai Senin sampai Jumat lapangan ditutup untuk pemeliharaan dan perawatan. Akhir pekan barulah bisa dipakai kembali.
"Itu untuk lapangan saja, karena untuk fasilitas lain terbuka setiap hari dan waktunya pun dari pagi hingga pukul 10 malam," tuturnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya