Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Baru diluncurkan, aplikasi Smile Police dibanjiri laporan palsu

Baru diluncurkan, aplikasi Smile Police dibanjiri laporan palsu kapolri resmikan smile police di Jateng. ©2017 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah awal bulan lalu meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Layanan Elektronik Kepolisian atau Smile Police. Namun belum sampai sebulan, aplikasi tersebut dibanjiri puluhan laporan palsu atau bohong.

"Belum genap sebulan, puluhan laporan informasi bohong sudah diterima petugas operator Smile Police," ujar Operator Smile Police, Bripda Dewi Nurhayati Yuliandari, Jumat (17/2).

Dewi menerangkan, melalui aplikasi yang diluncurkan itu, masyarakat bisa melaporkan jika terjadi kejahatan. Namun yang terjadi, justru banyak informasi yang bersifat bohong atau palsu.

Menurut Dewi, dalam aplikasi Smile Police terdapat 6 vitur yang dimiliki yakni Panic Button, E-Bhabinkamtibmas, E-Public Service, E-Complain, E-office, dan E-Learning. Dalam penggunaannya, lanjut dia, masyarakat dapat melaporkan kejadian bersifat lakalantas, kasus jembret, pencurian, perampokan, narkoba, perjudian, pesta miras, dan lainnya.

"Masyarakat, hanya tinggal menekan tombol Smile Police saja. Saya sering menemui laporan bohong dari masyarakat Solo. Dulu pada malam hari pernah ada warga menekan tombol tanggap darurat untuk masalah keamanan dan keselamatan (Panic Button), tapi setelah ditelusuri ternyata kejadiannya tidak ada," keluhnya.

Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Yuliantara menambahkan, aplikasi Smile Police dibuat untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan aplikasi Smile Police dengan bijak. Jangan dijadikan mainan, karena aplikasi ini diciptakan untuk merespon kejahatan yang terjadi," pungkas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP