Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantu korban erupsi Gunung Agung, Mensos maksimalkan koordinasi Tagana di Bali

Bantu korban erupsi Gunung Agung, Mensos maksimalkan koordinasi Tagana di Bali Khofifah di Sleman. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa mengaku telah memaksimalkan koordinasi dengan 376 Tagana yang ada di Bali. Hal ini mengingat status Gunung Agung di Karangasem, yang hingga siang ini, Selasa (28/11), tercatat telah menyemburkan asap pekat mencapai 4 ribu meter.

"Tim Kementerian Sosial, kemarin, Alhamdulillah sudah ada yang masuk ke Bali lewat darat dari Banyuwangi," katanya usai menggelar MoU dengan Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur.

Bahkan malam tadi, lanjutnya, ada tim dari Kemensos yang rencana berangkat menuju Lombok via pesawat. Sayangnya, bandara kembali ditutup, sehingga terpaksa pemberangkatan tim dilakukan melalui jalur darat.

"Saya rapat bersama mereka (tim), sore kami dapat informasi (bandara) sudah bisa dibuka penerbangan ke Lombok. Tapi ternyata sampi di airport tertutup kembali, sekarang harus lewat darat, kembali lewat Banyuwangi," ungkapnya.

Padahal, Khofifah berharap, kalau timnya itu terbangkan ke Lombok, bisa menuju Lembar di Mataram. Kemudian langsung menuju Karangasem. "Saya ingin memaksimalkan koordinasi dengan 376 Tagana yang ada di Bali, kemudian ada 732 Tagana yang stand by. Dan Jawa Timur, sekitar 100 (orang) yang akan dikirim ke sana (Bali)."

Selain Jawa Timur yang sudah menyatakan komitmennya memberi bantuan relawan, kata Khofifah, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalsel, dan Sumsel juga sudah memberikan komitmen untuk mengirim Tagananya.

"Sementara Tagana yang dari NTB (Nusa Tenggara Barat), kita minta stan by di NTB, karen di NTB, dua hari lalu termasuk yang terkena abu vulkanik. Karena anginnya ke timur," paparnya.

Di NTB, Khofifah mengatakan, pihaknya juga sudah meminta Tagana menyiapkan posko-posko evakuasi, masker, dan meminta untuk mengikuti arahan tim serta instruksi PVMBG yang selalu mengup-date kondisi Gunung Agung tiap 6 jam sekali.

"Misalnya dari mereka (Tagana) yang dari Karangasem, mungkin mereka akan mengevakuasi secara mandiri. Ke Mataram misalnya, atau warga Mataram sendiri, terutama di daerah-daerah pelindung, daerah-daerah yang dekat Lembar, dekat Dermaga Lembar, Mataram," ujarnya.

Terkait SK Gubernur Bali tentang tanggap darurat yang perdua hari lalu sudah habis, Khofifah meminta agar segera diperbarui, dengan harapan agar kebutuhan cadang beras di titik-titik pengungsi bisa segera disuplay.

"Yang terupdate 224 titik (pengungsi). Harapan kami jangan ada korban yang terdampak dari bencana alam di manapun, termasuk Gunung Agung yang tidak tersuplay logistiknya dengan baik. Untuk itu kami kami mohon agar SK gubernur yang sudah habis supaya bisa diperbarui sehingga kebutuhan logistik bisa tercukupi," tandasnya. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP