Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bantu gugurkan kandungan, lulusan sekolah kebidanan ini diciduk polisi

Bantu gugurkan kandungan, lulusan sekolah kebidanan ini diciduk polisi

Merdeka.com - Firdayanti (30) perempuan yang baru saja lulus sekolah kebidanan terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Dia ditangkap polisi, lantaran membantu menggugurkan kandung dari seorang wanita bernama Andi Iin Indriyani (30) di belakang Gudang Bulog, Rangas Timur, Banggae, Majene, Sulawesi Barat.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy mengatakan, jika Firdayanti ditangkap setelah anggotanya Asri mendapatkan informasi adanya praktik aborsi di Rangas, Banggae, Majene, Sulawesi Barat pada Minggu (15/10) lalu. Setelah itu, polisi langsung menangkap Firdayanti di rumahnya pada Kamis (19/10) malam kemarin.

"Kemudian anggota kami ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pencarian dan ditemukan Andi Iin Indrayani yang diduga sebagai pelaku aborsi," kata Asri dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (20/10).

Lebih lanjut, Asri menerangkan, untuk Iin sendiri ditangkap saat itu sedang berada di rumah seorang warga yang tak jauh dari lokasi aborsi. Menurut pengakuan Iin, dirinya terpaksa menggugurkan kandungannya itu lantar malu karena hamil di luar nikah.

Setelah itu, Asri pun meminta kepada Iin untuk segera menunjukkan lokasi dimana mayat bayi malang itu dikuburkan. "Lalu kami melakukan olah TKP, setelah dilakukan oleh TKP kemudian janin tersebut di bawah ke RSUD Majene untuk dilakukan autopsi," ujarnya.

Selain itu, Asri mendapatkan keterangan tambahan dari Iin, jika Iin dibantu menggugurkan kandungannya itu dibantu oleh Firdayanti yang merupakan seorang lulusan kebidanan. Setelah itu, Asri pun langsung menyuruh anggotanya untuk mengejar Firdayanti.

Polisi pun menangkap Firdayanti di rumahnya. Setelah ditangkap, Firdayanti pun mengaku, jika dirinya membantu menggugurkan kandungan Iin dengan cara memasangkan obat aborsi ke dalam tubuh Iin.

"Pada malam harinya janin keluar dan dikuburkan langsung oleh Andi Iin di belakang Gudang Bulog," ucapnya.

Selain mengamankan Iin dan Firdayanti, lanjut Asri, pihaknya ternyata juga mengamankan Sitti Suhra alias Lula, yang dimana dirinya merupakan pegawai honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar.

"Lula ini diduga penyedia obat aborsi bagi tersangka lainnya," tandasnya.

Saat ini, Iin, Firdayanti dan juga Lula sudah ditahan di kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Majene untuk diproses hukum lebih lanjut. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP