Bantaran Bengawan Solo akan Diubah Jadi Museum Budaya dengan Anggaran Rp600 Miliar

Rabu, 25 Januari 2023 19:41 Reporter : Arie Sunaryo
Bantaran Bengawan Solo akan Diubah Jadi Museum Budaya dengan Anggaran Rp600 Miliar Rencana pembangunan museum budaya di Solo. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersama bos Mayapada Dato Sri Prof Dr Tahir melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo, Rabu (25/1).

Founder dan CEO Mayapada Group Dato Sri Prof Dr Tahir mengatakan pembangunan museum dengan biaya sekitar Rp600 miliar ditargetkan selesai dua tahun. Anggaran sebesar itu merupakan dana hibah dari Tahir Foundation.

"Saya ini jelek-jelek ada darah Solo, jadi satu kehormatan waktu keluarga kita meninggalkan Solo dalam kondisi ketidakmampuan atau kekurangan. Hari ini kita kembali bersyukur kepada Gusti Allah kita dicukupi. Maka wajar saja saya kembalikan," ujar Tahir saat memberikan sambutan.

Menurut dia, lokasi pembangunan museum, dulunya merupakan Bantaran Sungai Bengawan Solo. Tempat ditemukannya jejak manusia Jawa Purba, jejak peradaban yang berkembang dan berbaurnya budaya umat manusia selama ribuan tahun.

Di kaki seribu gunung ini, lanjut dia, ajaran animisme, hindu, buddha dan Islam mewarnai budaya tanah Jawa. Kerajaan besar tumbuh hilang berganti, menyisakan jejak kejayaan kerajaan di tanah Jawa. Kota Solo sebagai sebagai pusat peradaban dan budaya memeliharanya hingga kini.

"Oleh karena itu, di sinilah akan dibangun jendela yang menjelaskan muasal peradaban manusia serta jendela yang menerawang jauh menuju harapan peradaban manusia di masa depan," terangnya.

Museum Budaya Sains dan Teknologi Bengawan Solo terdiri dari museum budaya, museum ilmu pengetahuan alam, museum ilmu pengetahuan dasar, museum teknologi serta museum astronomi dan antariksa.

"Museum akan dilengkapi dengan pusat riset, perkuliahan dan diskusi ilmiah untuk seluruh masyarakat," katanya.

2 dari 2 halaman

Museum akan dibangun di atas lahan seluas 5 ha milik perusahaan umum daerah pendaringan. Nantinya terdapat solarium taman botani yang akan mengkoleksi berbagai tumbuhan dari berbagai belahan dunia. Halaman luar Museum menjadi tempat rekreasi publik berupa taman permaculture, taman hutan, taman bunga serta ruang piknik berupa hamparan rumput yang dilengkapi permainan anak.

"Museum ini persembahkan bukan saja untuk masyarakat kota Solo tapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia, meningkatkan minat masyarakat dalam bidang budaya sains dan teknologi," bebernya.

Museum Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo berlokasi di Jl Ki Hajar Dewantara, Pedaringan, Jebres, Kota Solo. Museum ini ditargetkan selesai pada bulan September 2024.

Gibran berharap museum tersebut akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan untuk Kota Solo. Pihaknya berjanji untuk terus membangun obyek wisata baru, demi bersaing dengan kota lainnya.

"Makanya kita tambah terus destinasinya. Jangan sampai wisatawan di sini cuma setengah hari. Jadinya enggak nginep. Itu kompetitor semua, harus kita naikkan levelnya," pungkas dia. [cob]

Baca juga:
Waketum Doli Kurnia sebut Kaesang Cocok dengan Golkar
Bujuk Rayu Parpol Gaet Kaesang
Respons Gerindra soal Kemungkinan Gibran Dipasangkan Riza Patria di Pilgub DKI
Gibran: Kaesang Pangarep Ingin Jabatan Eksekutif
Gibran Bocorkan Pesan Prabowo Soal Pilgub 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini