Bantah SBY Baper, Demokrat Sebut Kasus Jiwasraya Jangan Anggap Enteng

Minggu, 2 Februari 2020 14:32 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Bantah SBY Baper, Demokrat Sebut Kasus Jiwasraya Jangan Anggap Enteng Herman Khaeron . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron membantah Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baper, terkait postingan di media sosial Facebook mengenai permasalahan dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Herman mengatakan seharusnya postingan SBY dilihat sebagai tindakan yang positif sebagai anak bangsa yang peduli dengan permasalahan negara, bukan malah dikatakan sebagai sebuah tindakan gegabah atau baper.

"Kenapa selalu Pak SBY disebut baper? Padahal kalau melihat substansi yang dituangkan dalam artikel itu bisa ditangkap secara positif," kata Herman dalam diskusi bertajuk 'SBY Bicara Jiwasraya, Baper?' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/2).

Dijelaskan oleh Herman, bahwa yang dilakukan SBY merupakan bentuk kepedulian terhadap permasalahan yang sedang dialami oleh Jiwasraya. Karenanya Herman mengatakan bahwa kasus Jiwasraya ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya krisis di Indonesia.

"Kasus ini merupakan peringatan, ini lampu kuning, jangan dianggap enteng. Ada keresahan dari seluruh nasabah untuk mendapatkan haknya, sampai awal 2020 itu belum ada kepastian apakah para nasabah dapat haknya atau enggak," ucap Herman.

"Kita harus berpikir positif, karena kalau sudah krisis yang susah itu rakyat kecil. kehidupan rakyat-rakyat kecil akan semakin susah. Masih ada waktu untuk bisa menyelesaikan," sambungnya.

Herman kemudian menambahkan, membahas mengenai kasus Jiwasraya perlu diingat bahwa krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 juga sudah berdampak pada asuransi Jiwasraya.

"Perlu dicatat bahwa seluruh industri keuangan pada krisis ekonomi 1998 itu seluruh industri keuangan kena dampak, termasuk asuransi Jiwasraya," tambah Herman.

Selanjutnya, menanggapi adanya tudingan kasus Jiwasraya pada era SBY Herman mengatakan untuk pembahasan kasus jiwasraya dapat dilakukan secara lebih transparan dan juga berdasarkan bukti-bukti dan data-data yang ada.

"Buka saja ke publik supaya semua tahu bahwa persoalan kenegaraan tidak boleh ditutupi suatu saat akan meledak. Apalagi ada indikasi bahwa kasus ini terjadi di mana-mana," tutur Herman.

Sebelumnya, SBY akhirnya angkat suara terkait kasus Jiwasraya. Melalui akun Facebooknya, SBY menjawab dan memberikan penjelasan panjang terkait skandal Jiwasraya.

SBY awalnya mengaku tidak terusik dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dan Kementerian BUMN, permasalahan Jiwasraya terjadi pada 2006. SBY, semasa jadi presiden, menyebut tak pernah dilaporkan terkait krisis keuangan serius di Jiwasraya.

Menurut SBY, jebolnya keuangan Jiwasraya terjadi tiga tahun terakhir. SBY mempertanyakan kenapa isu Jiwasraya dibelokkan dan seolah menyalahkan masalah perusahaan tersebut terjadi di era kepemimpinannya.

"Kalau memang tak satu pun di negeri ini yang merasa bersalah dan tak ada pula yang mau bertanggung jawab, ya salahkan saja masa lampau," kata SBY dalam keterangannya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini