Banjir di Riau, dua warga Gunung Toar terjangkit sakit kulit & diare
Merdeka.com - Banjir melanda lima Kabupaten Propinsi Riau mengakibatkan sebagian rumah warga terendam air dan akses jalan sulit serta terputus. Bahkan, warga mulai terserang berbagai penyakit seperti diare dan penyakit kulit.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, anak buahnya turun ke lokasi banjir di kabupaten Kuantan Singingi menemukan warga yang diserang penyakit akibat banjir. Meski jumlahnya belum begitu banyak, pihaknya tetap memberikan bantuan obat-obatan.
"Dari pendataan yang kita lakukan hari ini di kabupaten Kuantan Singingi, ada 28 desa yang terdampak banjir di sana. Satu warga kena penyakit diare, satu lagi penyakit kulit. Sudah kita berikan obat-obatan," kata Mimi kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Senin (6/3).
Dijelaskan Mimi, 28 desa yang terkena dampak bencana banjir tersebut berada di lima kecamatan. Antara lain kecamatan Gunung Toar ada du desa, Pangean ada tujuh desa, Kuantan Hilir Seberang ada sembilan desa, Inuman ada sembilan desa dan Kuantan Mudik satu desa.
"Dinkes Kabupaten Kuansing sudah menyerahkan bantuan obat-obatan ke posko kesehatan di masing-masing desa, warga yang terserang penyakit juga telah diberi obat," kata Mimi.
Selain di Kuantan Singingi, Diskes Riau juga mengunjungi kabupaten Kampar yang tercatat lebih banyak rumah warga terendam air. Pihaknya masih melakukan pendataan di sejumlah pemukiman warga Kampar untuk mengetahui ada atau tidaknya yang terserang penyakit.
"Bantuan Logistik yang kita berikan di Gunung Sahilan kabupaten Kampar antara lain biskuit anak sekolah 35 koli, MP ASI 15 koli, Kaporit bubuk 1 kaleng beratnya masing-masing 15 kilogram, Lysol 20 liter, PAC (larutan penjernih air) 2 bungkus," kata Mimi.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya