Banjir di Kendal meninggi, warga terpaksa diungsikan
Merdeka.com - Sejumlah warga di Kelurahan Ketapang, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah terpaksa diungsikan oleh BPBD setempat setelah banjir di wilayah itu terus meninggi. Di mana ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa hingga merendam ratusan rumah.
Untuk menanggulangi masalah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal sudah mendirikan posko dan dapur umum. Tak hanya itu, tim SAR juga sudah menyediakan perahu karet untuk membantu proses evakuasi warga. (Baca juga:Sungai Blorong meluap, Pantura Kendal terendam banjir dan lumpuh)
Namun begitu, sejumlah warga masih memilih bertahan di rumahnya dan enggan untuk ikut mengungsi. Alasannya, mereka ingin menjaga barang berharga miliknya.
"Airnya memang sudah tinggi namun ada yang bertahan menjaga barang berharga miliknya di dalam rumah," ujar Ahmad Sunarto warga Kelurahan Ketapang di lokasi, Minggu (19/6).

Banjir di Pantura Kendal ©2016 Merdeka.com/Parwito
Untuk diketahui, banjir yang terjadi sejak Minggu (19/6) pagi ini merupakan terparah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Luapan sungai Blorong dan tanggul yang jebol mengakibatkan ratusan rumah di lima kecamatan di Kendal terendam banjir.
Ketinggian air paling parah terjadi di Kelurahan Ketapang dan Candiroto yang mencapai dada orang dewasa. Sejumlah kendaraan dan mobil ikut terendam banjir karena tidak sempat diselamatkan mengingat air mulai masuk ke pemukiman saat mereka menyiapkan hidangan sahur.
Selain merendam ratusan rumah di lima kecamatan, banjir juga merendam Puskesmas Brangsong. Sejumlah pasien bertahan dan belum dievakuasi sementara air terus mengalir merendam puskesmas yang berada di jalur pantura. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya