Banjarmasin Rancang Wisata Kuliner Tepian Sungai Martapura, Bakal Jadi Ikon Baru Kota

Pemerintah Kota Banjarmasin serius mengembangkan Wisata Kuliner Banjarmasin di tepian Sungai Martapura, menawarkan pengalaman unik memilih ikan segar dan menikmati suasana sungai yang asri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjarmasin Rancang Wisata Kuliner Tepian Sungai Martapura, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
Pemerintah Kota Banjarmasin serius mengembangkan Wisata Kuliner Banjarmasin di tepian Sungai Martapura, menawarkan pengalaman unik memilih ikan segar dan menikmati suasana sungai yang asri. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tengah serius merancang sebuah objek wisata kuliner baru yang berlokasi di tepian siring Sungai Martapura, tepatnya di Jalan RK Ilir, Banjarmasin Selatan. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan potensi sungai sebagai ikon pariwisata kota, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan.

Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memajukan sektor pariwisata berbasis sungai di Banjarmasin, dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum tergarap secara maksimal. Inisiatif ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dan menghidupkan perekonomian lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk terlaksana pada tahun 2026, dengan berbagai pembenahan dan persiapan yang terus dimatangkan. Konsepnya akan menawarkan pengalaman kuliner unik, terutama bagi pecinta hidangan laut segar.

Potensi dan Konsep Wisata Kuliner RK Ilir

Pemilihan lokasi siring RK Ilir sebagai pusat wisata kuliner Banjarmasin didasari oleh beberapa pertimbangan strategis. Salah satunya adalah kedekatannya dengan tempat pelelangan ikan Banjarmasin, yang memungkinkan pengunjung untuk memilih ikan segar langsung dari nelayan. Konsep ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman serupa dengan wisata Muara Angke di Jakarta, meskipun dalam skala yang lebih kecil namun tetap menarik.

Menurut Ibnu Sabil, pengunjung akan memiliki kesempatan unik untuk memilih ikan segar pilihan mereka dan langsung meminta untuk dimasak di tempat, menciptakan pengalaman makan yang personal dan otentik. Kedekatan lokasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah juga menjadi nilai tambah.

Hal ini akan memudahkan keluarga pasien atau pengunjung rumah sakit untuk mencari alternatif tempat makan yang nyaman sekaligus dapat menikmati suasana wisata. Dengan demikian, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi kuliner, tetapi juga tempat rekreasi yang mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.

Dukungan Fasilitas dan Arahan Pemkot

Pengembangan wisata kuliner Banjarmasin di RK Ilir ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk arahan langsung dari Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin. Arahan ini bertujuan untuk memajukan pariwisata daerah dan mengoptimalkan potensi alam yang dimiliki Kota Banjarmasin.

Selain potensi alam, lokasi ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Beberapa fasilitas yang sudah tersedia antara lain lapangan olahraga tenis dan basket, yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung sebelum atau sesudah menikmati hidangan kuliner.

Saat ini, rancangan pengembangan terus dimatangkan, termasuk fokus pada aspek kebersihan dan kenyamanan. Pembenahan mendasar seperti penyediaan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara yang tertata rapi menjadi prioritas utama.

Tantangan dan Harapan Implementasi

Aspek kebersihan menjadi perhatian serius dalam pengembangan wisata kuliner Banjarmasin ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama pihak terkait dan masyarakat diminta untuk bekerja sama dalam merapikan TPS agar tidak ada penumpukan sampah. Hal ini krusial untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung, serta memastikan keberlanjutan lingkungan.

Dalam hal pendanaan, pengembangan objek wisata ini berencana menggaet perusahaan melalui dana bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek tanpa membebani anggaran daerah secara signifikan.

Selain itu, pengelolaan objek wisata nantinya akan diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Keterlibatan Pokdarwis diharapkan mampu memastikan pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat lokal. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, objek wisata kuliner tepian Sungai Martapura ini diharapkan dapat terlaksana pada tahun 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi