Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bangkitkan Ekonomi saat Pandemi, PKL di Garut Dilatih Bisnis Digital

Bangkitkan Ekonomi saat Pandemi, PKL di Garut Dilatih Bisnis Digital Ilustrasi online shop. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Garut mendapat pelatihan bisnis digital dari anggota TNI dan para akademisi. Upaya ini dilakukan untuk membangkitkan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Komandan Komando Distrik Militer 0611 Garut Letkol CZi Deni Iskandar mengatakan, pihaknya menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) dalam pelatihan bisnis digital itu.

"Ada puluhan PKL yang ikut pelatihan ini. Kami ingin memberikan solusi, bukan hanya membubarkan kegiatan mereka yang bisa mengundang kerumunan. Ini menjadi program bakti kemandirian masyarakat," kata Deni, Jumat (27/8).

Deni mengungkapkan bahwa PKL yang mendapat pelatihan merupakan pedagang yang menjual rujak, pakaian, aksesoris, dan lainnya. Dalam pelatihan, para PKL mendapatkan teori dan praktik cara menjual produk melalui telepon pintar.

Setelah pelatihan ini, proses mentoring akan berlangsung secara berkesinambungan oleh para akademisi dari STIA LAN. "Jadi para PKL ini akan dimentori saat selesai, dan langsung mengaplikasikan melakukan bisnis digital di sejumlah platform yang ada saat ini," ungkapnya.Deni berharap, setelah para PKL mendapatkan materi dan mentoring, mereka bisa meningkatkan penghasilannya. Saat penghasilan para PKL meningkat, persoalan di jalanan bisa sedikit banyak diatasi.

"Minimal kegiatan mereka tidak menimbulkan kerumunan karena fokus jualan online. Kalau sudah begitu, kita ke depannya mengupayakan agar Garut bisa turun level lagi ke level 1 (PPKM)," ucapnya.

Sementara itu, Guru Besar STIA LAN, Endang Wirjatmi Trilestari yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, ada tiga materi utama yang disampaikan kepada PKL pada pelatihan itu.

"Tiga materi itu adalah mulai dari ide bisnis, marketplace, sampai online branding. Para PKL ini kita berikan wawasan tiga hal itu, nantinya menggunakan telepon pintar milik para PKL, mereka bisa memasarkan produk-produknya, baik melalui aplikasi atau secara langsung," jelasnya.

Endang mengatakan, para PKL harus menjalankan bisnis digital untuk bisa lebih meningkatkan penghasilan. Apalagi saat ini bisnis digital di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring berjalannya waktu.

Momentum pandemi, menurutnya, menjadi salah satu waktu untuk memaksimalkan bisnis digital, karena banyaknya masyarakat yang lebih tinggal di rumah. "Saya saja selama pandemi belanja kebutuhan sehari-hari secara online. Saya pikir hal serupa juga banyak dilakukan oleh yang lainnya," katanya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP