'Bandung Harp's Project' ingin sebar virus harmonika di Bandung

Kamis, 5 November 2015 10:34 Reporter : Dian Rosadi
'Bandung Harp's Project' ingin sebar virus harmonika di Bandung Komunitas Harmonika Bandung. ©2015 Merdeka.com/Dian Rosadi

Merdeka.com - Harmonika merupakan salah satu alat musik tiup populer di Bandung. Alat musik ini menjadi bagian dari setiap pertunjukan band-band dari beragam genre musik, seperti; pop, blues, rock, country dan beragam jenis musik lainnya. Kepopuleran alat music berukuran kecil dan unik ini ditandai dengan hadirnya beragam komunitas harmonika.

Adalah Bandung Harp's Project, salah satu komunitas harmonika di kota berjuluk Paris van Java itu. Terbentuknya komunitas ini berawal dari sekelompok anak muda Bandung yang suka memainkan harmonika pada 2010. Kehadiran komunitas ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Harry Pocang, salah seorang musisi senior harmonika Bandung.

"Jumlahnya saat itu masih sedikit. Kita biasa latihan di rumahnya Kang Pocang. Dari situ mulai sering ngumpul. Karena kita sering posting di media sosial, makin ke sini tambah banyak yang tertarik. Hingga akhirnya terbentuklah Bandung Harps Project," kata Koordinator Bandung Harp’s Project Fajri Aziz kepada Merdeka Bandung, Kamis (5/11).

Nama Bandung Harp's Project sendiri menginisiasi sebuah istilah 'Harp' yang mengacu pada genre musik blues sebagai akar dari musik modern. Namun komunitas ini tak hanya cenderung pada genre musik blues saja, tetapi juga melintasi genre musik lainnya.

Ada beragam kegiatan rutin dilakukan komunitas ini. Komunitas ini menggelar acara gathering yang dilakukan sebulan dua kali. Gathering biasa digelar di Ruang Putih di Jalan Bungur Nomor 37, Bandung, yang saat ini menjadi basecamp Komunitas Bandung Harp’s Project. Dalam acara gathering ini menjadi tempat sharing dan latihan bersama para anggota komunitas.

Acara pentas musik juga biasa dilakukan di tempat ini bersama komunitas musik lain seperti Blues Bandung. "Untuk jadwal ngumpul sekarang sebulan dua kali yakni di pertengahan bulan dan akhir bulan. Kita juga ada acara Monday Blues digelar setiap Senin terakhir pada akhir bulan di ruang putih," kata Fajri.

Komunitas ini juga sering diundang untuk tampil di berbagai acara seperti Braga Festival dan beragam acara musik. Tak hanya itu komunitas ini juga sering mengadakan workshop-workshop yang tujuannya untuk mengenalkan alat musik harmonika.

"Di komunitas ini sebenarnya lebih ke arah edukasi. Kita ingin menjadi wadah untuk menampung siapa saja yang minat dan hobi harmonika, pengen belajar banyak dan detail, silakan datang ngumpul ke sini. Kita ingin menebarkan 'virus' harmonika di Bandung," ucap Fajri.

Jumlah anggota Bandung Harp’s Project di facebook saat ini ada lebih dari 700 member. Mereka datang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa dan pekerja. Menurut Fajri, anggota di komunitas ini tidak selalu seorang musisi atau orang orang yang berkecimpung di dunia musik, tetapi sebagian besar orang-orang yang yang ingin belajar harmonika, bahkan mulai dari nol.

"Sehingga anggota di komunitas kita berasal dari berbagai kalangan. Dari yang bener-bener enggak tahu, sampai akhirnya punya band sendiri. Sebagian besar anggota di sini mahasiswa. Bahkan senior member ada dari dosen UPI yang juga sering sharing juga tentang harmonika," katanya.

Jika anda tertarik dengan komunitas ini silakan datang langsung saja ke Ruang Putih di Jalan Bungur Nomor 37, mereka biasa berkumpul di sana. Jika anda masih penasaran dengan komunitas ini, pantau saja kegiatan mereka di media sosial. Mereka biasa memposting kegiatan mereka ataupun sharing informasi di media sosial. Untuk grup Facebook yakni Bandung Harp’s Project dan Twitter @BdgHarpsProject. [mtf]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini