Bamsoet Usul Sipil Boleh Pegang Pistol, PAN Bilang 'Nanti Buat Gagah-Gagahan'

Minggu, 2 Agustus 2020 13:55 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Bamsoet Usul Sipil Boleh Pegang Pistol, PAN Bilang 'Nanti Buat Gagah-Gagahan' Saleh Partaonan Daulay. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo usul masyarakat sipil boleh menggunakan pistol jenis peluru tajam kaliber 9mm untuk bela diri. Anggota DPR Fraksi PAN, Saleh Daulay menilai, kepemilikan senjata untuk sipil bukan prioritas, apalagi hanya untuk kalangan tertentu.

"Menurut saya, kepemilikan senjata di Indonesia bukan menjadi prioritas. Apalagi, kepemilikan itu hanya untuk orang-orang tertentu. Kalau alasan untuk bela diri, semua orang tentu saja berhak membela diri," kata Saleh, Minggu (2/7).

"Kalau hanya untuk orang-orang tertentu, berarti tidak adil juga. Takutnya ada kesan bahwa sebagian warga lebih hebat dari warga lainnya," sambungnya.

Menurutnya, selama ini aparat kepolisian dinilai sudah cukup untuk menjaga keamanan. Masyarakat dapat meminta bantuan kepolisian jika dibutuhkan. Karena itu, tidak perlu kepemilikan senjata dilegalkan lagi.

Saleh menilai, kepemilikan senjata seperti pisau bermata dua. Awalnya untuk membela diri, tetapi pada saat-saat tertentu bisa saja disalahgunakan dan senjata justru dikeluarkan untuk menakut-nakuti orang.

"Nanti ada yang gagah-gagahan. Tunjukin sana-sini. Terus, pas lagi ribut sama orang, bisa jadi senjata dikeluarkan. Alasannya, ya bela diri itu tadi," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Menurutnya, saat ini lebih baik fokus menangani Covid-19. Semua energi yang ada sebaiknya dipergunakan untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai virus tersebut. Soal senjata, kapan saja dipikirkan.

"Kepemilikan senjata bukan kebutuhan yang mendesak. Kalaupun tidak ada senjata itu, ya tidak akan mengurangi apa-apa. Perbanyak silaturahim saja agar semuanya damai dan sejahtera," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis hendaknya mempertimbangkan jenis peluru tajam kaliber 9mm untuk bela diri masyarakat sipil yang sudah memenuhi persyaratan kepemilikan senjata api.

Bamsoet mengatakan, di dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 18 tahun 2015 diatur jenis senjata api peluru tajam yang boleh dimiliki, yakni dibatasi untuk senapan berkaliber 12 GA dan pistol berkaliber 22, 25, dan 32.

"Sebetulnya di berbagai negara, sudah memperbolehkan menggunakan pistol kaliber 9 mm. Mungkin Kapolri bisa mempertimbangkan merevisi Perkap tersebut," ujar Bamsoet dikutip dari Antara, Minggu (2/8). [rnd]

Baca juga:
RI Bukan Negeri Para Koboi, Usul Bamsoet Sipil Boleh Pegang Senpi Berbahaya
Ketua MPR Minta Polri Izinkan Sipil Pakai Pistol Kaliber 9mm Buat Bela Diri
Ketua MPR: Keberhasilan Tangkap Djoko Tjandra Belum Cukup Puaskan Rasa Keadilan
Ketua MPR Kritik Pemerintah Tak Lagi Umumkan Kasus Baru Covid-19 di Televisi
Bamsoet Minta Pemerintah Belajar dari Kegagalan Tim Pemburu Koruptor Masa Lalu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini