Balita asal Depok Tewas Dibanting Pacar Ibu, Keluarga Duga Korban Pernah Dianiaya

Selasa, 6 Desember 2022 21:30 Reporter : Nur Fauziah
Balita asal Depok Tewas Dibanting Pacar Ibu, Keluarga Duga Korban Pernah Dianiaya Ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Pihak keluarga angkat bicara terkait kematian G (2 tahun 9 bulan) yang diduga tewas dibanting pacar ibunya di kawasan Jakarta Selatan. Balita asal Depok itu disebut kurang kasih sayang dan diduga pernah dianiaya sebelumnya.

G disebutkan ternyata baru empat bulan diasuh oleh ibu kandungnya, S. Sejak dilahirkan, dia diasuh kerabat perempuan itu.

Namun karena satu dan lain hal, S mengambil anaknya. Namun karena dia bekerja, G dititipkan kepada pacarnya pada Sabtu (3/12). "Awal G sampai hilang nyawa, saya dengarnya, si G ini dititipkan ke pacar ibunya. Dititipkan, terus diajak mainlah sama pacar ibunya di Taman Kalibata diajakin main tuh," kata Richard, kakak S, Selasa (6/12).

2 dari 3 halaman

Kronologi Kejadian

Sepengetahuan Richard, G kemudian dibawa ke apartemen oleh pacar ibunya. Di sana, balita itu buang air besar dan kotorannya berceceran di lantai hingga kasur. Hal itu membuat pelaku kesal hingga membanting balita itu hingga kehilangan nyawa.

"Mengenai meninggalnya jam berapa itu dari dokter sekitar jam 2, kalau diagnosa dokter ya. Tapi dibawa ke rumah sakit jam 4 lewat sedikit. Sedangkan G bertemu ibunya pukul 5. Yang bawa jam 4 itu si pacar ibunya, dia nunggu, lalu ketemulah baru jam 5 itu," ujarnya.

Kepada S, pelaku menyebut G terbentur saat main lari-larian. Dia juga menyebut balita itu tersedak. "Iya yang saya dengar alibinya ini si pacarnya ke ibunya si G dibilangnya lagi main terbentur lari-larian. Terus versi keduanya dia bilang lagi makan kesedak. Itu dia perihal perkataan itu dari si Noni (ibunya G)," ceritanya.

3 dari 3 halaman

Keluarga Akan Laporkan Ibu Korban

Menurut Richard, S kemungkinan akan membuat laporan atas kematian anaknya. Namun di sisi lain, pihak keluarga juga akan membuat laporan terhadap perempuan itu karena diduga melakukan penelantaran anak.

"Kalau ibunya G mau membuat laporan, bisa jadi. Yang saya lihat kayanya iya mau melaporkan untuk menghindari dari kesalahannya. Tapi dari pihak kakaknya, tante, omnya, kita mau membuat laporan untuk mamanya G karena keteledoran orang tua menitipkan ke orang lain, lebih percaya kepada orang lain dibanding keluarga sendiri," tegasnya.

Selama ini, kata Richard, keponakannya itu memang kurang perhatian orang tua. Namun, sejak bayi hingga empat bulan lalu, tidak ditemukan luka di tubuh balita itu.

Keluarga juga menduga bocah itu dianiaya selama dirawat ibunya. Pada Oktober lalu, diketahui ada sejumlah luka lebam di tubuh G, antara lain di paha, pinggang, mulut bernanah, dan jari kuku yang copot. Hal itu diketahui ketika balita itu diperiksa di posyandu.

"Oh saya ada (bukti), saya dikirim oleh warga sekitar Jalan Jambu, kebetulan itu dari kepengurusan Posyandu, luka lebam itu banyak sampai kuku itu terlepas dari jari telunjuk. Ketahuan ada luka ketika petugas Posyandu mau mengecek dan dipegang lengan G dan langsung teriak kesakitan. Akhirnya petugas penasaran dengan badannya G karena G ini sudah dalam pantauan. Dibuka baju dan celananya tiba-tiba ternyata banyak luka lebam di pinggang, mulut dan kuku yang hampir copot sama di paha dan betis juga ada," ujarnya.

Dia juga yakin S mengetahui anaknya luka-luka namun sengaja menutupi. Bahkan, adiknya itu juga diduga melakukan kekerasan terhadap G semasa hidup. "Gini indikasinya, dia (Setfani) ditanya sama warrga sekitar kan dia sebagai orang tua dari G, namanya ibu mandiin dong anaknya setiap hari ya, harusnya tahu dong anaknya banyak luka lebam. Tapi ditanya dia ngga tahu anaknya punya luka lebam. Nalar ngga omongannya?" ucapnya.

Selama ini, Richard mengaku jarang berkomunikasi dengan adiknya. Mereka juga jarang bertemu. Namun dia menuding S sebagai orang tua yang kurang memperhatikan anak. "Saya sebagai kakak tahu semua, om, tantenya saudara lainnya, Noni (ibu G) itu tipikal ibu yang cuek sama anak," ungkapnya.

Dia juga menceritakan bahwa adiknya terkadang temperamen. "Terkadang ada (temperamen),” pungkasnya.

Baca juga:
Bayi Diduga Dibanting: Pacar Sempat Telepon Ibu Balita G, Sebut Korban Tak Sadar
Kasus Balita Tewas Diduga Dibanting Kekasih Ibunya, Pelaku Ditangkap
Balita di Depok Tewas Mengenaskan, Diduga Dibanting Pacar Sang Ibu
Petugas Penitipan Anak Dituntut karena Takuti Bocah Pakai Topeng dari Film Scream
Diawali Cekcok dengan Ibu Korban, Pria di Maros Banting Balita hingga Tewas
Gara-Gara Hal Sepele, Ayah di Bengkulu Aniaya Anaknya Usia Dua Tahun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini