Baca Pledoi, Romahurmuziy Kembali Bantah Dapat Suap dan Pertanyakan Konsistensi Jaksa

Senin, 13 Januari 2020 19:32 Reporter : Yunita Amalia
Baca Pledoi, Romahurmuziy Kembali Bantah Dapat Suap dan Pertanyakan Konsistensi Jaksa Ekspresi Romahurmuziy Saat Simak Kesaksian Khofifah. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Bekas anggota Komisi XI DPR periode 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy menyampaikan nota pembelaan atas tuntutan jaksa yang menuntutnya empat tahun penjara.Rommy dianggap terbukti menerima suap atas jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Dalam nota pembelaan setebal 50 halaman itu,Rommy menegaskan tidak ada penerimaan dari Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi. Masing-masing keduanya sedang menjalani masa hukuman atas pemberian suap kepada Rommy.

"Atas uang Haris Hasanuddin, sebesar Rp5 juta saya tidak pernah mengetahuinya dan menerimanya. Rp250 juta diterima pada 6 Februari di kediaman saya, saya sudah kembalikan 22 hari sesudahnya," ucap Rommy saat membaca pembelaannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/1).

Sementara penerimaan dari Muafaq Wirahadi sebesar Rp41,4 juta menurutnya adalah dakwaan dan tuntutan konyol. Sebab, kata Rommy, jaksa memaksa dirinya bertanggung jawab secara hukum atas perbuatan yang ia tidak ketahui.

Rommy mengatakan, namanya dikapitalisasikan oleh Muafaq sebagai pemulus calon Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Gresik.

"Rp50 juta yang diterimakan ajudan saya di hotel di Surabaya, saya tidak pernah menerimanya, namun dianggap menerima karena kesaksian Muafaq seorang, yang atas kesaksian itu ia diganjar justice collaborator " tukasnya.

Lebih lanjut,Rommy mempertanyakan analisa yuridis jaksa dalam menyusun tuntutan.

Ia menganggap jaksa gagal membuktikan perbuatan Rommy yang berkaitan dengan jabatan sebagai penyelenggara negara. Jaksa, justru menjeratnya dengan latar belakang Ketua Umum PPP.

"Penuntut 'meminjam' kedudukan saya sebagai penyelenggara negara karena saya anggota Komisi XI DPR kemudian dia mentahkan sendiri dengan mengatakan secara tidak langsung perkara saya tidak ada hubungannya dengan Komisi XI DPR. Tapi kemudian saya dipukul dengan kedudukan saya sebagai Ketua Umum PPP," ujar Rommy memaparkan.

Rommy sebelumnya dituntut menerima suap dari Haris dan Muafaq atas jual beli perkara di Kementerian Agama. Ia dituntut dengan Pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ia dituntut 4 tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan serta pidana tambahan pencabutan hak politik selama 5 tahun usai menjalani masa hukuman pokok.

Baca Selanjutnya: Rommy Jelaskan Maksud OK dalam...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini