Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Asse bunuh juragan angkot Samarinda karena sakit hati dan dendam

Asse bunuh juragan angkot Samarinda karena sakit hati dan dendam Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Jatanras Polresta Samarinda akhirnya berhasil menangkap pembunuh juragan angkot di Samarinda, Bahri serta istrinya Tasnaeni. Setelah 15 hari buron, Irfan alias Asse (40) dibekuk Jumat (15/7) di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Rabu (19/7), Asse tiba di Polresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, dengan kawalan ketat Jatanras. Polisi sudah memeriksanya. Motif sebenarnya bukanlah perampokan, melainkan Asse menaruh dendam dengan bekas majikannya, Bahri.

"Benar, ada dendam tersangka terhadap korban, karena korban sering menghina tersangka," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto, kepada merdeka.com, Kamis (20/7).

Tutur kata Bahri membuat Asse tersinggung. Hingga akhirnya dia berkeinginan menghabisi nyawa Bahri. Dendam itu dilampiaskannya pada 30 Juni 2017. Sehari sebelum eksekusi, Asse yang diketahui adalah sopir angkot, menginap di rumah Bahri. Keesokan dini hari, Asse mengambil pisau di dapur dan langsung menghujamkannya ke Bahri yang masih tertidur. Tasnaeni yang terbangun ikut jadi sasaran pelaku.

"Korban menghina tersangka, bahwa tersangka tidak berguna. Tersangka pun sakit hati, dan merencanakan membunuh korban," ungkap Reza.

Usai membunuh dan merampas perhiasan korban, Asse berpindah-pindah. Mulai dari kabur ke Balikpapan, terbang ke Jakarta, hingga akhirnya bersembunyi di Lampung. Keberadaannya terendus polisi.

"Sempat dicari barang bukti perhiasan yang sudah dia jual, akhirnya ditemukan tim Polresta ya. Dia akhirnya kita bawa ke Samarinda," kata Reza.

Asse yang kini meringkuk di sel Polresta Samarinda, dijerat penyidik dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana junto pasal 365 tentang pencurian. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP